Hak Budgeting DPR Dipersoalkan, Anggota DPR Dapil Banten II Angkat Bicara

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 8 Juli 2025 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Jajuli Juawini Anggota Komisi II DPR RI dari daerah pemilihan Banten II dari Faraksi PKS .

i

Foto Jajuli Juawini Anggota Komisi II DPR RI dari daerah pemilihan Banten II dari Faraksi PKS .

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Jajuli Juawini Anggota Komisi II DPR RI dari daerah pemilihan Banten II menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatasi hak DPR dalam membahas anggaran sampai pada tingkat yang lebih rinci, atau dikenal dengan istilah “satuan tiga”.

“Secara konstitusi, hak budgeting itu ada di DPR. Sebelumnya, DPR memiliki kewenangan untuk membahas anggaran bersama mitra kerja hingga level satuan tiga, yakni pembahasan yang sangat detail,” ujarnya saat diwawancara di konplek parlemen (7/7).

Namun, dengan adanya putusan MK yang melarang DPR masuk dalam pembahasan satuan tiga, ia menilai ruang pengawasan DPR menjadi tereduksi secara signifikan.

“Larangan ini mengamputasi fungsi pengawasan DPR. Misalnya, anggaran kementerian A ditetapkan sekian, tapi seharusnya yang menjadi prioritas adalah program a, b, c. Tanpa DPR masuk ke satuan tiga, kita tidak tahu apakah anggaran benar-benar dialokasikan untuk prioritas itu, atau malah untuk program yang tidak urgen seperti c, d, e,” tegasnya.

Ia juga menanggapi alasan MK yang menyebut keterlibatan DPR di satuan tiga rawan penyimpangan. Menurutnya, jika memang ada indikasi permainan, seharusnya yang ditindak adalah pelakunya, bukan membatasi hak konstitusional seluruh lembaga.

“Kalau ada tikus di lumbung padi, ya tikusnya yang ditangkap, jangan lumbung padinya yang dibakar. Jangan karena segelintir oknum, seluruh DPR kehilangan hak budgeting-nya,” lanjutnya.

Politisi tersebut juga menegaskan bahwa menjaga kualitas demokrasi tidak hanya soal pemilu yang jujur dan adil, tetapi juga memastikan lembaga seperti DPR bisa menjalankan fungsi pengawasan dengan maksimal.

“Bawaslu dan KPU adalah garda terdepan demokrasi. Tapi mereka harus tetap menjadi wasit, bukan ikut bermain. Jika wasit ikut bermain, maka rusaklah permainannya,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah
Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 30 September 2026 - 21:07 WIB

Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Berita Terbaru