Politisi Golkar Kawal Kasus Dugaan Penganiayaan Pedagang Es di Kemayoran

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, Rabu (28/1/2026)

i

Keterangan foto: Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, Rabu (28/1/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyoroti kasus dugaan penganiayaan dan tuduhan salah terhadap pedagang es gabus Suderajat (49 tahun) di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum dan perlakuan yang adil, serta menuntut proses penanganan yang transparan.

“Saya turut prihatin mendengar adanya dugaan peristiwa ini. Prinsip keadilan dan kemanusiaan harus menjadi landasan dalam setiap tindakan aparat negara. Kita menghormati institusi penegak hukum dan pertahanan, namun pimpinan masing-masing harus menindaklanjuti secara jelas sesuai aturan yang berlaku, demi menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Dave Laksono, Rabu (28/1/2026)

Menurutnya, fungsi pengawasan Komisi I DPR RI akan terus dijalankan agar proses klarifikasi berlangsung dengan baik dan terbuka untuk publik. Hal ini penting untuk memberikan kepastian, rasa aman, dan keyakinan bahwa mekanisme hukum berjalan sebagaimana mestinya.

“Saya juga mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga suasana kondusif di tengah perkembangan kasus ini, tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta selalu tegakkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan persaudaraan dalam kehidupan berbangsa,” pungkasnya.

Kronologis Kejadian

Sekedar informasi, Suderajat, pedagang es gabus yang mengambil barang dari pabrik rumahan di Depok Lama, Jawa Barat, menjual di Kemayoran. Ia didatangi sekelompok orang yang kemudian menuduh esnya mengandung spons, beracun, dan menyerupai kapas bedah. Esnya diremas hancur dan dilempar ke wajahnya, serta ia mengaku mengalami pemukulan dan tendangan oleh aparat TNI dan Polri sebelum diamanatkan untuk memberikan keterangan.

Kemudian, Suderajat pulang dengan kondisi barang dagangan rusak dan hanya memperoleh pendapatan Rp50.000. Ia mengalami luka di bahu kanan dan pipi. Video Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawa Selatan Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang Serda Heri Purnomo yang menyatakan es gabus berbahaya tanpa pemeriksaan laboratorium viral.

Pada hari yang sama, Ikhwan mengaku salah dan meminta maaf, menyebutkan tindakannya sebagai respons cepat tanpa klarifikasi awal. Hasil pemeriksaan tim keamanan pangan Dok Pol Polda Metro Jaya memastikan es tersebut layak dikonsumsi. Suderajat mengaku trauma dan tidak berjualan selama tiga hari.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dorong Akses Buku Digital, Adde Rosi Sosialisasikan SIBI ke Kabupaten Lebak
Mengabdi 36 Tahun, H. Sanusi Justru Dituduh Menggelapkan; Tim Hukum Minta Polisi Hentikan Kasus
MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag
Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal
Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras
Jalin Hubungan Baik ke Depan Warga Desa Nifasi, PT Kristalin Ekalestari Ajak Forum Diskusi
HANI 2026, BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Gerakan Ananda Bersinar
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:12 WIB

Dorong Akses Buku Digital, Adde Rosi Sosialisasikan SIBI ke Kabupaten Lebak

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:28 WIB

Mengabdi 36 Tahun, H. Sanusi Justru Dituduh Menggelapkan; Tim Hukum Minta Polisi Hentikan Kasus

Senin, 29 Juni 2026 - 23:11 WIB

MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag

Senin, 29 Juni 2026 - 14:20 WIB

Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:50 WIB

Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal

Berita Terbaru