IndexPolitica: Indonesia Harus Pimpin Isu Palestina, Bukan Ikut Kepentingan Global

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Prabowo Subianto bersama Donald Trump

i

Foto: Prabowo Subianto bersama Donald Trump

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Lembaga kajian politik IndexPolitica menilai Indonesia perlu segera menghentikan kecenderungan menjadi “pengikut” dalam percaturan internasional. Sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 menegaskan Indonesia lahir sebagai pemimpin konsolidasi global negara-negara tertindas dan memiliki legitimasi historis untuk kembali memainkan peran tersebut di era geopolitik baru.

IndexPolitica melontarkan kritik terhadap wacana penyetoran dana hingga Rp16,7 triliun (sekitar US$1 miliar) ke lembaga transaksional yang dikaitkan dengan manuver Donald Trump dalam memanfaatkan pengaruh politiknya di Amerika Serikat. Langkah ini dinilai problematik secara etika dan berpotensi mereduksi marwah politik luar negeri Indonesia menjadi relasi transaksional.

“Politik luar negeri bebas dan aktif tidak dijalankan dengan membeli pengaruh. Indonesia seharusnya memimpin agenda global, bukan sekadar menyesuaikan diri pada kepentingan kekuatan besar. Menyetor dana fantastis ke lembaga asing demi posisi formal merupakan degradasi peran dari kepemimpinan moral menjadi hubungan transaksional,” ujar Alip Purnomo, Direktur Eksekutif IndexPolitica.

Sebagai alternatif konkret, IndexPolitica mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk mengalihkan anggaran tersebut guna menggagas Geopolitical Affairs Summit (GAS) sebagai Konferensi Asia Afrika Luar Biasa.

Forum ini diarahkan memiliki fokus utama pada percepatan dan pengawalan kemerdekaan Palestina, dengan fungsi strategis untuk mengonsolidasikan negara-negara pendukung Palestina dalam satu agenda politik global yang terarah, mandiri, dan berkelanjutan. Posisi Indonesia sebagai pemimpin Gerakan Non-Blok dinilai memberikan kredibilitas tinggi karena relatif netral dan tidak dibebani kepentingan geopolitik langsung.

IndexPolitica menegaskan bahwa GAS tidak boleh berhenti pada deklarasi simbolik. Forum ini harus menjadi instrumen pengambilan keputusan politik global yang mencakup diplomasi kolektif di tingkat internasional, pengawalan rekonstruksi kelembagaan Palestina pasca-konflik, serta penyaluran bantuan kemanusiaan independen tanpa intervensi kepentingan faksi global.

“Melalui GAS, Indonesia tidak hanya menyatakan sikap, tetapi memimpin konsolidasi global. Inilah bentuk kepemimpinan yang sejalan dengan sejarah dan mandat konstitusional kita. Indonesia memiliki legitimasi kuat untuk mengawal masa transisi menuju Palestina merdeka secara adil dan berkelanjutan,” tambah Alip

IndexPolitica menilai inisiatif tersebut membuka ruang bagi Presiden Prabowo Subianto untuk meninggalkan legacy kepemimpinan global Indonesia yang berpijak pada keadilan dan solidaritas internasional. Kepemimpinan global yang kokoh, menurut IndexPolitica, hanya dapat dicapai jika Indonesia berani berdiri di atas kaki sendiri dan kembali menjadi mercusuar bagi bangsa-bangsa yang memperjuangkan kemerdekaannya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah
Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 30 September 2026 - 21:07 WIB

Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Berita Terbaru