Gejolak Timur Tengah, Indonesia Dorong Perdamaian dan Stabilitas Energi

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Situasi di Timur Tengah memanas akibat serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran, yang dibalas Iran dengan serangan rudal balistik dan drone ke Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika di negara-negara Teluk. Bandara-bandara tersibuk di Timur Tengah ditutup, dampaknya sejumlah rute penerbangan tidak bisa dioperasikan.

Yang paling mengkhawatirkan, penutupan Selat Hormuz sebagai jalur utama kapal-kapal tanker minyak bumi berdampak pada pasokan energi dunia. Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak mentah dan LPG dari Timur Tengah, sehingga dalam jangka pendek bisa berpengaruh terhadap ketersediaan pasokan.

Sesaat setelah meletupnya konflik, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi. Indonesia juga menyesalkan gagalnya perundingan nuklir Iran yang berujung pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Semua pihak diharapkan untuk menahan diri dan mengedepankan dialog, serta menghormati kedaulatan wilayah.

“Relawan mendukung penuh Prabowo menjadi mediator konflik antara Iran dan Amerika-Israel,” ungkap Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif (Gerak) 08 Revitriyoso Husodo, yang juga merupakan komisaris BUMN PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), melalui press release di Jakarta, pada Rabu (4/3).

Menurut Revitriyoso, langkah Prabowo menjadi perwujudan politik luar negeri bebas aktif dan amanat konstitusi untuk menciptakan perdamaian di dunia.

“Dalam 1,5 tahun pemerintahan, Prabowo berhasil membawa kembali Indonesia ke panggung dunia dan menjadi negara yang diperhitungkan,” lanjut Revitriyoso.

Baru-baru ini Prabowo menghadiri KTT perdana Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) bersama negara-negara Muslim, seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), dan Maroko. Indonesia pun menjadi negara pertama yang menyatakan kesediaan mengirim pasukan perdamaian ke Gaza, di bawah payung International Stabilization Force (ISF).

“Indonesia berperan aktif dalam mendorong perdamaian dan kemerdekaan Palestina, dengan modal strategis tersebut Indonesia seharusnya juga mampu mengambil peran dalam konflik Iran,” tegas Revitriyoso.

Selama ini Indonesia bersahabat baik dengan Amerika, Iran, maupun negara-negara Teluk yang terlibat konflik.

Indonesia baru saja menandatangani kesepakatan tarif dengan Amerika untuk mengamankan ekspor komoditas strategis dan mengimpor sesuai kebutuhan domestik. Selama ini Indonesia juga aktif melobi Arab Saudi, UEA, dan Qatar untuk menanamkan investasi pada proyek-proyek besar.

Hubungan Indonesia dengan Iran terjalin lama, termasuk sebagai sesama anggota Organisasi Kerjasama Ekonomi Negara Berkembang atau Developing-8 (D8), di mana Indonesia saat ini memegang keketuaan.

Selain itu Indonesia juga memiliki kepentingan nasional untuk mencegah konflik tersebut berlarut-larut, yang bisa berdampak pada perekonomian dan stabilitas sosial-politik.

“Salah satu perusahaan petrokimia terkemuka bahkan telah menyatakan kondisi force majeur karena terganggunya pasokan bahan baku, lebih jauh hal ini akan berdampak pada devisa dari industri pelayaran” jelas Revitriyoso.

Untuk itu Revitriyoso mengajak kalangan relawan pendukung Prabowo dan masyarakat Indonesia bersatu menyikapi gejolak geopolitik internasional.

“Saat ini Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo berada pada posisi yang strategis untuk mengambil peran di tingkat global,” pungkas Revitriyoso.

Penulis : Akbar

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah
Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 30 September 2026 - 21:07 WIB

Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Berita Terbaru