PPBN RI Bahas Relevansi Bela Negara di Era Revolusi Industri 5.0

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi Bela Negara PPBN Dengan Nara sumber Laksdya TNI (Purn) Desi Albert Mamahit, MayJen TNI Mar (Purn) Nono Sukarno, Marsda TNI (Purn) Muhammad Fadjar Sumarijadji, Brigjen TNI Asep Tardiana Wachgi, Kolonel Ruddy, Jupriyanto, serta sejumlah tokoh dan penggiat bela negara lainnya.05/03/2026

i

Diskusi Bela Negara PPBN Dengan Nara sumber Laksdya TNI (Purn) Desi Albert Mamahit, MayJen TNI Mar (Purn) Nono Sukarno, Marsda TNI (Purn) Muhammad Fadjar Sumarijadji, Brigjen TNI Asep Tardiana Wachgi, Kolonel Ruddy, Jupriyanto, serta sejumlah tokoh dan penggiat bela negara lainnya.05/03/2026

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co JAKARTA — Ketua Umum Pemuda Pemudi Bela Negara Republik Indonesia (PPBN RI) Ary Lestari membuka kegiatan diskusi kebangsaan dengan menyampaikan apresiasi kepada para tamu undangan serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara tersebut.

Dalam sambutannya, Ary Lestari menegaskan bahwa setiap kegiatan yang diselenggarakan PPBN RI selalu mengedepankan semangat gotong royong.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini. Setiap kegiatan yang kami lakukan selalu dilandasi semangat kebersamaan dan gotong royong. Acara ini pada dasarnya dari kita dan untuk kita,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan skala yang lebih besar ke depan. Ary turut menyampaikan terima kasih kepada Ketua PPBN RI DKI Jakarta, Harimurti, yang telah menyediakan tempat pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Semoga dalam kegiatan ini kita dapat saling berbagi ilmu dan pengalaman,” tambahnya.

Diskusi bertajuk “Relevansi Nilai Dasar Bela Negara di Era Revolusi Industri 5.0” tersebut digelar pada Kamis sore, 5 Maret 2026, bertepatan dengan momentum menunggu waktu berbuka puasa.

Salah satu narasumber, Laksda TNI (Purn) Soleman B. Ponto, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya standar yang jelas dalam membentuk warga negara yang baik.

Menurutnya, hingga saat ini belum terdapat standar baku yang secara komprehensif mengatur bagaimana membentuk karakter warga negara Indonesia yang ideal.

“Selama ini setiap kelompok atau partai memiliki konsep sendiri tentang pendidikan kewarganegaraan. Karena itu penting adanya undang-undang prioritas kewarganegaraan. Jika sudah menjadi undang-undang, maka pelaksanaannya memiliki dasar hukum dan sanksi,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa bela negara tidak terbatas pada institusi militer. “Bela negara bukan hanya tugas TNI, tetapi kewajiban seluruh warga negara. Melalui profesi yang dijalankan dengan baik saja, seseorang sudah menjalankan bentuk bela negara,” ujarnya.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Laksdya TNI (Purn) Desi Albert Mamahit, MayJen TNI Mar (Purn) Nono Sukarno, Marsda TNI (Purn) Muhammad Fadjar Sumarijadji, Brigjen TNI Asep Tardiana Wachgi, Kolonel Ruddy, Jupriyanto, serta sejumlah tokoh dan penggiat bela negara lainnya.

Melalui forum diskusi tersebut, para Narasumber menekankan pentingnya penguatan nilai dasar bela negara sebagai fondasi menghadapi tantangan baru di era Revolusi Industri 5.0.

Dyt

Penulis : Dyt

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi
Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat
 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB