Komisi IX DPR Soroti Ketidaksesuaian Menu Program Makan Bergizi Gratis

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI, Vita Ervina, menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan standar menu dan alokasi anggaran per porsi yang telah ditetapkan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Vita saat wawancara dengan awak media di Jakarta, Selasa (10/3/2026). Ia mengungkapkan, sejumlah laporan dari masyarakat dan sekolah menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kualitas makanan yang diterima siswa dengan besaran anggaran yang dialokasikan.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera ditangani agar tujuan utama program MBG, yakni meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, dapat tercapai secara optimal.

“Program MBG merupakan investasi negara untuk masa depan generasi Indonesia. Karena itu tidak boleh ada kompromi terhadap kualitas gizi maupun transparansi penggunaan anggaran,” ujar Vita.

Ia menegaskan, apabila menu makanan yang diterima siswa tidak mencerminkan nilai anggaran yang telah ditetapkan, hal itu menjadi sinyal perlunya pembenahan serius dalam sistem pengawasan pelaksanaan program di lapangan.

Sebagai mitra kerja pemerintah di bidang kesehatan, Komisi IX DPR RI juga mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera melakukan langkah korektif serta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.

Vita menjelaskan, terdapat beberapa langkah strategis yang perlu segera dilakukan oleh BGN. Pertama, melakukan audit cepat di lapangan terhadap penyedia makanan dan satuan pelaksana guna memastikan kesesuaian antara anggaran per porsi, komposisi menu, serta kualitas bahan makanan yang digunakan.

Kedua, memperkuat standarisasi menu nasional secara lebih rinci dan terukur. Standar tersebut harus mencakup porsi karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah sesuai kebutuhan gizi serta nilai anggaran yang tersedia.

Ketiga, menerapkan sistem transparansi biaya menu sehingga setiap penyedia makanan memiliki rincian biaya yang jelas dan dapat diawasi oleh pemerintah daerah, sekolah, maupun masyarakat.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengawasan berlapis dengan melibatkan pemerintah daerah, dinas kesehatan, pihak sekolah, hingga komite sekolah agar kualitas makanan bagi siswa dapat terjaga.

Langkah lainnya adalah pemberian sanksi tegas kepada penyedia makanan yang tidak memenuhi standar, termasuk evaluasi kontrak hingga pemutusan kerja sama apabila ditemukan pelanggaran serius.

“Program ini menyangkut kebutuhan gizi anak-anak kita. Negara harus memastikan setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar sampai dalam bentuk makanan bergizi kepada para siswa sebagai penerima manfaat,” tegasnya.

Vita menambahkan, Komisi IX DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

“Program yang baik harus dijalankan dengan tata kelola yang baik pula. Penguatan pengawasan dan transparansi menjadi kunci agar program MBG benar-benar mampu meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi
Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat
 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB