Memaknai Lawatan Presiden ke Rusia, dan Menhan ke US. PROJO : Itu Tanda-tanda Indonesia Akan Besar

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Abi Rekso Ketua Bidang Pertahanan DPP PROJO, Rabu (15/4/2026)

i

Keterangan foto : Abi Rekso Ketua Bidang Pertahanan DPP PROJO, Rabu (15/4/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, memaksa dunia untuk saling mengkalkulasi ulang kekuatan militer, pasokan energi dan perdagangan global. Tidak terlepas Indonesia sebagai salah satu negara yang mulai diperhitungkan dalam percaturan dunia.

Lawatan Presiden Prabowo ke Rusia, namun pada waktu yang sama MenHan Sjafrie diterima oleh Menhan AS Pete Hegseth. Dua wajah diplomasi, yang berjalan secara bersamaan.

Abi Rekso Ketua Bidang Pertahanan DPP PROJO, memaparkan bahwa tidak mudah membangun posisi “multi-alignment diplomacy” pada waktu yang sama. Terlebih dalam situasi ketegangan dan krisis global.

“Tidak semua Presiden di Asia, mampu memainkan multi-alignment diplomacy seperti Presiden Prabowo. Posisi ini, membuktikan bahwa Indonesia memiliki akseptensi yang tinggi di mata pemimpin negara Adidaya. Sepatutnya, kita bangga dan optimis bahwa itu tanda-tanda Indonesia akan besar.” tegas Abi Rekso.

Ketika dimunculkan pertanyaan, soal pendapat Mantan Menlu Dino Patti Djalal yang mengusulkan Presiden Prabowo agar kembali lagi pada penguatan diplomasi dalam ASEAN, Abi Rekso menilai itu sebagai usulan usang.

Abi Rekso menuturkan bahwa gagasan ASEAN adalah reaktivasi kawasan Asia Tenggara era perang dingin. Sekaligus manifestasi doktrin Truman dan Marshall Plan di kawasan Asia. Sehingga ASEAN tidak begitu relevan dalam merespon situasi global seperti hari ini. Indonesia perlu memposisikan dalam kawasan Asia-Pasifik. Dalam rangka mengantisipasi perang proksi di Asia.

“Akan ada kabar baik dari Presiden Prabowo soal BBM dan LPG dari Rusia, sekaligus kelancaran jalur Hormuz via Kremlin. Serta, peningkatan hubungan teknologi pertahanan antara Indonesia dan AS melalui Major Defense Cooperation Partnership (MDCP). Kedua model diplomasi ini akan memperkuat Indonesia di Asia Pasifik. Ingat ya dalam seperti ini 3M adalah prioritas: Misil, Minyak dan eMas.” Sambil berseloro Ketua DPP Projo Bidang Pertahanan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi
Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat
 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB