Gila Anggaran Rias Wajah Rp4 Juta Bulan, Uchok: Itu Polesan APBD

Avatar photo

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Sherly Thjonda, Selasa (12/11/2024)

i

Keterangan foto : Sherly Thjonda, Selasa (12/11/2024)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Gelar sebagai Gubernur Berkinerja Terbaik Tahun 2026 yang disandang Sherly Tjoanda justru menuai kontroversi. Di balik pencapaian versi survei tersebut, muncul sorotan tajam terkait pemborosan anggaran daerah yang diduga besar-besaran digunakan hanya untuk kepentingan pencitraan dan gaya hidup pribadi sang pemimpin.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai bahwa apa yang ditampilkan saat ini lebih mirip era “Gubernur Medsos” daripada pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyat.

“Dulu indikator kinerja itu dilihat dari jalan yang dibangun atau fasilitas kesehatan yang diperbaiki. Sekarang seolah cukup diukur dari likes, views, dan puja-puji di kolom komentar. Ini kan pembangunan citra, bukan pembangunan wilayah,” ujar Uchok dengan nada sarkas.

Anggaran Rias Wajah Rp4 Juta Per Bulan

Berdasarkan penelusuran CBA, ada kejanggalan mencolok dalam pos belanja APBD Maluku Utara. Khusus untuk tahun 2026, Biro Umum Setda mengalokasikan dana mencapai Rp 48 juta hanya untuk kebutuhan tata rias Gubernur.

Jika dihitung per bulan, rakyat Maluku Utara membiayai polesan wajah sang gubernur sebesar Rp 4 juta.

“Bukan cuma wajahnya yang bersinar, mungkin sampai bayangannya pun terlihat cantik di layar HP berkat polesan APBD. Ini kan keterlaluan,” sindir Uchok.

Biaya Kesehatan Rp500 Juta Setahun, Kontras dengan Fasilitas Rakyat

Belum selesai dengan soal bedak dan make-up, anggaran untuk pemeriksaan kesehatan dan perawatan pribadi juga mencengangkan. Tercatat dana mencapai Rp 500 juta per tahun atau sekitar Rp 41,6 juta per bulan.

Angka ini sangat ironis jika dibandingkan dengan kondisi riil di lapangan, di mana fasilitas kesehatan di pelosok desa masih sangat terbatas dan memprihatinkan.

Lebih jauh, Uchok menyoroti latar belakang Sherly Tjoanda yang dikenal sebagai pengusaha tambang kaya raya, pemilik PT Bela Group dan PT Karya Wijaya.

“Beliau kan orang kaya, hartanya cukup buat hidup mewah sampai tujuh turunan. Tapi anehnya, untuk urusan bedak dan cek kesehatan pribadi, masih harus ‘nggantung’ sama rakyat lewat APBD,” keluhnya.

Menurutnya, dana yang seharusnya digunakan untuk menambal jalan rusak atau memperbaiki sekolah justru habis terserap hanya untuk memastikan penampilan gubernur tetap sempurna di konten-konten media sosial.

Gubernur Pencitraan Terbesar

Uchok menegaskan bahwa survei boleh saja menempatkan Sherly di posisi teratas. Namun jika realitas di lapangan masih jauh dari harapan, maka gelar tersebut terasa hampa.

“Kalau ada kategori survei ‘Gubernur dengan Anggaran Pencitraan Terbesar’, mungkin di situ beliau memang tak tertandingi. Tapi untuk kinerja yang menyentuh rakyat? Sepertinya masih perlu banyak pertanyaan,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah
Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 30 September 2026 - 21:07 WIB

Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Berita Terbaru