Hilirisasi Berbasis Desa, Kunci Kesejahteraan Petani dan Nelayan Jatim

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Chusni Mubarok, Minggu (17/5/2026)

i

Keterangan foto : Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Chusni Mubarok, Minggu (17/5/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian serta naik-turunnya harga komoditas pangan, Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan perannya sebagai penyangga utama stabilitas nasional. Langkah-langkah strategis yang dijalankan di wilayah ini menjadi bukti nyata penerapan visi Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan dan memperkuat ekonomi rakyat melalui pengolahan hasil bumi yang berpusat di desa.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Chusni Mubarok, menegaskan bahwa wilayah ini memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi barometer keberhasilan kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah di tingkat pusat dan daerah kini berada di fase paling krusial untuk memajukan sektor pertanian dan kelautan agar lebih maju dan berdaya saing.

Hilirisasi: Jangan Hanya Jadi Pemasok Bahan Mentah

Dalam pandangannya terkait kebijakan publik, Chusni menekankan bahwa kedaulatan pangan tidak boleh hanya diukur dari angka hasil panen di sawah atau hasil tangkapan di laut. Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menciptakan nilai tambah ekonomi di tingkat lokal, sehingga kesejahteraan yang dihasilkan benar-benar dirasakan langsung oleh para petani dan nelayan.

“Kami tidak menginginkan Jawa Timur sekadar menjadi jalur keluar-masuk bahan mentah. Inti dari kedaulatan pangan itu adalah hilirisasi yang berpihak pada rakyat. Artinya, pengolahan hasil panen harus bisa dikelola sendiri oleh koperasi desa maupun pelaku UMKM setempat,” tegas Chusni saat ditemui awak media di Surabaya, Selasa (12/5).

Ia menambahkan, kehadiran dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah strategis yang sangat sejalan dengan arah kebijakan Presiden. Melalui koperasi yang dikelola dengan baik, rantai pasok dan distribusi yang selama ini terlalu panjang serta merugikan produsen kecil, perlahan dapat dipangkas. Menurutnya, ini adalah bentuk penataan ekonomi yang paling adil bagi masyarakat luas.

Sebagai pimpinan komisi yang membidangi urusan ekonomi, Chusni juga menaruh perhatian besar pada upaya mengantisipasi risiko perubahan iklim. Beragam dukungan sarana pertanian seperti pompanisasi hingga mekanisasi yang digulirkan pemerintah pusat harus disambut dengan kesiapan penuh oleh birokrasi di daerah agar manfaatnya maksimal.

“Jaminan ketersediaan pupuk serta modernisasi alat pertanian yang digalakkan Presiden adalah suntikan energi besar bagi perekonomian kita di Jatim. Tugas kami di legislatif adalah memastikan tidak ada hambatan dalam penyaluran kebijakan tersebut. Bukti nyatanya, inflasi pangan di Jatim tetap terjaga rendah, ini tandanya kerja sama ini berjalan efektif,” jelasnya.

Pembangunan Merata, Bangkitkan Minat Generasi Muda

Lebih jauh, Chusni memaparkan bahwa pola pembangunan ekonomi ke depan harus bersifat inklusif dan merata. Berbagai program seperti pembenahan kawasan kampung nelayan hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan koperasi dinilainya sebagai langkah cerdas untuk menarik minat generasi muda agar mau berkarya dan membangun sektor produktif di desa.

Menurutnya, pembangunan yang berpusat pada desa adalah cara terbaik agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menumpuk di wilayah perkotaan saja, melainkan menyebar hingga ke pelosok daerah.

“Jika desa-desa di Jawa Timur kuat secara ekonomi, maka ketahanan ekonomi makro kita akan jauh lebih tangguh dan tidak mudah goyah saat menghadapi guncangan dari luar,” ucapnya.

Bagi Chusni, seluruh langkah ini adalah amanah moral untuk memastikan terwujudnya babak baru kebangkitan ekonomi Indonesia. Ia sangat yakin, dengan arahan kepemimpinan nasional yang tegas dan pelaksanaan yang tepat sasaran di daerah, cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan sekadar mimpi, melainkan sesuatu yang pasti bisa diraih.

“Jawa Timur siap menjadi penggerak utamanya. Saat Jatim kuat di sektor pangan dan ekonomi, maka pondasi Indonesia untuk berdiri tegak dan mandiri akan semakin kokoh dan nyata adanya,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Direktur P3S Jerry Massie Prediksi Arief Rosyid Jadi Ketum AMPI 2027, Pemimpin Berjiwa Rakyat dan Paket Lengkap
Info Loker: Anak Usaha KAI Buka Peluang Kerja, Pendaftaran Ditutup 18 Mei 2026
Dukung Penuh Langkah Kapolda Metro Jaya, Ombudsman: Rakyat Jakarta Butuh Jaminan Rasa Aman
Kondisi Keuangan Negara Jadi Kunci, Dede Yusuf: Jangan Paksakan Percepatan Pindah IKN
Rakyat Butuh Rasa Aman, BaraNusa: Langkah Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal Harus Didukung
Jerry Massie: Nadiem Perkaya Diri Sampai Rp3,6 Triliun, Rusak Pendidikan dan Kerahkan Buzzer Halangi Kebenaran
Dave Laksono Soroti 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, DPR Desak Pengawasan Digital Diperketat
Diproduksi Prigel Entertainment⁠, Lagu “Hijrah Tanpa Nanti” Usung Pesan Religi dan Perubahan Diri
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:36 WIB

Hilirisasi Berbasis Desa, Kunci Kesejahteraan Petani dan Nelayan Jatim

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:30 WIB

Direktur P3S Jerry Massie Prediksi Arief Rosyid Jadi Ketum AMPI 2027, Pemimpin Berjiwa Rakyat dan Paket Lengkap

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:12 WIB

Info Loker: Anak Usaha KAI Buka Peluang Kerja, Pendaftaran Ditutup 18 Mei 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:00 WIB

Dukung Penuh Langkah Kapolda Metro Jaya, Ombudsman: Rakyat Jakarta Butuh Jaminan Rasa Aman

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:22 WIB

Kondisi Keuangan Negara Jadi Kunci, Dede Yusuf: Jangan Paksakan Percepatan Pindah IKN

Berita Terbaru