Dave Laksono: TNI Bisa Bantu Polri Tindak Begal, Asal Sesuai Aturan

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Dave Laksono.

i

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Dave Laksono.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, membuka peluang pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penanganan maraknya aksi kejahatan jalanan atau begal. Menurutnya, dukungan militer dapat dikerahkan melalui mekanisme perbantuan, namun semata-mata hanya jika Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menilai memerlukan tambahan kekuatan guna memulihkan stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

Meski demikian, Dave menegaskan keterlibatan tersebut tidak boleh serampangan. Segala bentuk dukungan harus dilakukan secara terukur, memiliki landasan hukum yang kokoh, disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan, serta senantiasa dibarengi dengan koordinasi intensif dan harmonis antar-institusi terkait.

“Hal paling krusial yang saat ini diharapkan masyarakat adalah kehadiran negara yang nyata dan bisa dirasakan. Rasa aman dan ketenangan warga adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. Negara wajib memastikan setiap orang bisa beraktivitas tanpa dibayangi rasa takut,” ujar Dave di Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Anggota Fraksi Golkar ini menekankan pentingnya menjaga proporsionalitas tugas lembaga negara sesuai amanah undang-undang. Ia mengingatkan bahwa secara prinsip, TNI memiliki fokus utama pada pertahanan kedaulatan negara, sedangkan urusan penegakan hukum, ketertiban umum, dan penanganan kriminalitas, termasuk kasus begal, adalah ranah dan kewenangan utama Kepolisian.

“Penanganan tindak pidana seperti begal, hakikatnya adalah tugas dan wewenang Polri. Namun, aparat harus mampu menjamin rasa aman, menindak tegas pelaku, serta memastikan ruang publik bebas dari ancaman. Polri harus tetap berada di garis terdepan,” tegas Dave.

Oleh karena itu, Komisi I DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap upaya penguatan sinergi antar-lembaga. Tujuannya tunggal: menjaga keamanan nasional dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. “Namun, kami pastikan setiap langkah yang diambil tetap berjalan ketat dalam koridor hukum dan batasan kewenangan masing-masing instansi,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi
Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat
 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB