Di Domestik Kalang Kabut, DPR Minta Kaji Rencana MBG di Luar Negeri

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Jakarta — Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, menyoroti wacana perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Marwan meminta Badan Gizi Nasional (BGN) realistis, karena pengelolaan program di dalam negeri saat ini masih kalang kabut.

Marwan menilai BGN tidak profesional dan gagal mengelola program secara transparan. Akibatnya, anggaran raksasa rawan bocor di tingkat bawah sehingga berpotensi merusak esensi program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

“Kami meminta BGN mengkaji ulang wacana penyaluran MBG untuk anak-anak PMI di luar negeri. Jangan sampai negara menambah beban pengeluaran baru yang belum mendesak. Urus saja dulu dalam negeri yang masih kalang kabut. Program yang niatnya baik ini bisa rusak kalau pengelolaannya tidak profesional dan tidak transparan,” tegas Marwan Jafar di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Politisi senior PKB ini mengingatkan Program MBG ditopang dana negara yang sangat besar. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN Tahun Anggaran 2026, program ini memperoleh pagu anggaran fantastis sebesar Rp268 triliun. Karena itu, Marwan mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera melakukan audit investigatif secara transparan terhadap penggunaan anggaran jumbo tersebut. Ia juga mengkritik tajam kinerja Menteri Keuangan yang dinilai tidak jeli serta abai terhadap detail realisasi belanja di lapangan.

“Menteri Keuangan harus jeli dan tahu detail jenis barang apa saja yang dibeli di lapangan. Selama ini Menkeu sering salah dan tidak tahu rinciannya, sehingga di tingkat bawah anggaran menjadi bocor. Penggunaan anggaran untuk program raksasa ini harus diaudit secara transparan oleh BPK,” tukas wakil rakyat dari dapil Jateng III ini.

Penolakan perluasan program ke luar negeri ini juga didasari oleh kondisi pasar keuangan domestik yang sedang tertekan hebat. Tekanan fiskal ini murni akibat ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola sektor ekonomi dalam negeri, bukan karena faktor eksternal. Buktinya, kndisi pasar saham saat ini sedang rontok akibat aliran modal keluar (capital outflow) investor asing yang mencapai Rp4 triliun pada 25-26 Mei 2026, dan melonjak menjadi Rp8,52 triliun pada 29 Mei 2026. Situasi ini diperparah merosotnya nilai tukar rupiah yang menembus angka Rp17.883 per dolar AS hari ini.

Marwan juga menegaskan, pemerintah harus menegakkan disiplin fiskal yang ketat di tengah situasi darurat ini. Setiap rupiah anggaran negara wajib digunakan secara bijak dan efisien demi menyelamatkan kesehatan APBN serta menjaga keberlanjutan program strategis nasional. ***

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pergantian Kepala BGN, Gerindra Sebut Wujud Keterbukaan Terima Aspirasi Publik
Kejagung Periksa Dadan, Selisih Harga Pengadaan Printer HP Jadi Sorotan
Relawan: Copot dan Tahan Eks Pimpinan BGN Bukti Prabowo Tegas Berantas Korupsi
Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakilnya Ditahan, Diduga Kelola Yayasan Milik Sendiri
Pemerhati Keuangan: Ganti Pimpinan BGN Solusi Atasi Masalah dan Amankan Anggaran
Komite Pemantau MBG: Kasus Kecelakaan Jadi Evaluasi Sistem Perlindungan Pekerja
Jerry Massie: Copot Dadan Hindayana Langkah Bijak, Banyak Ide Gila dan Potensi Korupsi
Pergantian Pimpinan BGN Didukung DPRD Banten, MBG Jaga Kesehatan dan Fokus Belajar Anak
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :
Di Domestik Kalang Kabut, DPR Minta Kaji Rencana MBG di Luar Negeri

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:31 WIB

Pergantian Kepala BGN, Gerindra Sebut Wujud Keterbukaan Terima Aspirasi Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:43 WIB

Kejagung Periksa Dadan, Selisih Harga Pengadaan Printer HP Jadi Sorotan

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:03 WIB

Relawan: Copot dan Tahan Eks Pimpinan BGN Bukti Prabowo Tegas Berantas Korupsi

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:49 WIB

Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakilnya Ditahan, Diduga Kelola Yayasan Milik Sendiri

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:36 WIB

Komite Pemantau MBG: Kasus Kecelakaan Jadi Evaluasi Sistem Perlindungan Pekerja

Berita Terbaru