Komisi VI Dorong Pemerintah Tingkatkan Produksi Minyak

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 11 September 2022 - 03:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih alias Demer mengomentari target lifting minyak atau produksi migas yang menurun. Padahal menjaga produksi minyak begitu penting di tengah ancaman krisis energi yang sedang melanda dunia. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) dan juga Rapat Kerja dengan Menteri BUMN Erick Thohir di Gedung DPR, Minggu (11/9/2022).

“Selama ini orang berbicara kalau hal tersebut merupakan masalah hilir sementara masalah hulunya kita tidak pernah perhatikan, tapi yang sebenarnya hulunya itu adalah karena produksi minyak kita kita terus menurun. Saya tidak anti dengan asing, saya minta ke Menteri BUMN barusan, kita gak apa-apa melakukan investasi di luar negeri asal kita dapat growth-nya (pertumbuhannya) sehingga itu nantinya bisa kita pakai untuk menekan laju lifting atau produksi minyak kita supaya produksinya naik, untuk kepentingan masyarakat kita sendiri,” jelas Demer.

Baca juga : Ini Dia ……..! DPRD Kabupaten Dogiyai Kenalkan Produk Lokal Noken Anggrek

Demer juga menyampaikan perlunya dilakukan upaya untuk meningkatkan lifting minyak, agar kita dapat mengolahnya menjadi bahan bakar yg bisa dipakai untuk masyarakat luas untuk mencapai ketahanan energi.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa efisien dan efektif meningkatkan produksi minyak di dalam negeri. Sehingga akhirnya kita bisa berdaya dalam memproduksi BBM untuk masyarakat. Masyarakat dapat menikmati BBM yang tak terlalu mahal dan berdampak baik pada kesejahteraan kita,” tegasnya.

Tak lupa, Demer juga mengingatkan Menteri Keuangan bahwa ada persoalan lain yang juga penting selain infrastrutur yakni masalah ketahanan pangan dan energi yang juga perlu diberikan perhatian penuh.

“Itu yang saya usulkan mudah-mudahan nanti Menteri Keuangan bisa menyepakati bahwa ada persoalan lain daripada infrastruktur yaitu persoalan, ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi serta energi.” ujar Politisi Senior dari Dapil Bali ini.

Minyak dan gas bumi telah lama memainkan peran strategis dalam pembangunan dan pertumbuhan perekonomian Indonesia. Kini, Indonesia mempunyai pekerjaan rumah besar untuk mengembalikan kemandirian sektor energi. Oleh karena itu, peningkatan produksi migas harus terus diupayakan agar kontribusi migas terhadap perekonomian nasional tetap terjaga.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah
Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 30 September 2026 - 21:07 WIB

Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Berita Terbaru