Dinkes Temukan 1.200 Kasus DBD di Kabupaten Tangerang selama 2024

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 6 Maret 2024 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co, TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 1.200 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Tangerang sejak awal tahun 2024. Berdasarkan data yang diterima untuk Januari 2024 sebanyak 600 kasus, sementara Februari dengan total 600 kasus.

“Jumlah penderita DBD di wilayah Kabupaten Tangerang jika ditotal secara keseluruhan dalam dua bulan terakhir mencapai 1.200 kasus,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Achmad Muchlis saat dikonfirmasi, Rabu (5/3/2024).

Dari kasus itu, DBD dialami oleh segala usia mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia atau lansia. Seluruh pasien mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan daerah, baik Puskesmas maupun rumah sakit (RS).

“Kasus DBD yang diakibatkan oleh nyamuk aedes aegypti itu telah menjangkit segala usia mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia (lansia). Dan untuk kasus DBD ini, di bulan Februari ada empat pasien meninggal dunia, di antaranya dari wilayah Panongan, Jambe dan Cikupa,” ujarnya.

Pihaknya pun menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan baik puskesmas dan rumah sakit milik daerah untuk meningkatkan kesiagaan sebagai memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pihaknya juga memerintahkan kepada para petugas penyuluh kesehatan di tingkat kecamatan agar bisa memberikan sosialisasi tentang pencegahan dan bahayanya penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

“Di seluruh tempat kesehatan kita sudah siapkan obat-obatan, fogging nyamuk dan fasilitas pencegah DBD lainnya. Bahkan, kita sudah berkoordinasi agar seluruh Puskesmas dan RS milik daerah serta swasta agar bersiaga,” jelasnya.

Muchlis mengingatkan masyarakat agar dapat memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar, seperti selalu mengecek tempat penampungan air yang bisa menjadi perkembangan jentik nyamuk dan selalu menerapkan gerakan 3M plus yakni Menguras, Menutup serta Mengubur.

“Imbauan agar warga masyarakat untuk mau memeriksa jentik rumah masing-masing (satu rumah satu jumantik) untuk menurunkan kasus DBD ini,” ungkapnya.

(Ard/red).

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:51 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:35 WIB

Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai

Rabu, 23 September 2026 - 18:45 WIB

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB