TerasMedia.co, Jakarta |Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang majemuk. Berbagai keanekaragaman yang ada menjadikan kita sebagai bangsa yang besar dan kaya. Salah satu yang menjadi wujud keanekaragaman yaitu agama. Indonesia mengakui adanya perbedaan agama, hingga saat ini tercatat terdapat 6 agama yang ada di Indonesia, yaitu Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Lantas, hidup dalam bingkai perbedaan agama apakah menjadi polemik? Atau malah sebaliknya?
Sebenarnya, hadirnya perbedaan merupakan fitrah dari Tuhan yang Maha Esa, tujuannya agar kita saling melengkapi, serta saling hidup berdampingan dengan damai. Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qounas mengatakan bahwa keragaman terjadi atas kehendak Yang Maha Kuasa dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ke-Indonesia-an kita. Di balik keragaman tersebut terdapat banyak hikmah yang perlu dipahami dan diambil manfaatnya oleh manusia.
Sebagai wujud penghayatan terhadap perbedaan yang ada, terdapat berbagai upaya dari pemerintah maupun ormas-ormas agama untuk mewujudkan lingkungan yang inklusif antar umat beragama. Sebagai bagian dari perwujudan lingkungan yang inklusif, diperlukan sikap saling menghargai antar sesama umat beragama. Sikap toleransi menjadi dasar untuk kehidupan umat beragama yang inklusif dan tanpa kekerasan.
Upaya menjaga kerukunan antar umat beragama melalui pengembangan sikap toleransi dapat diwujudkan dalam kegiatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum ini mewadahi berbagai aspirasi dari berbagai pemuda lintas agama. Seperti yang dilakukan oleh pemuda lintas agama yang ada di kabuapaten Pemalang, kegiatan yang dipimpin oleh Kemeterian Agama dengan fokus kegiatan silaturrahmi bersama dan penguatan semangat toleransi sukses digelar. Dalam kegiatan ini, berlangsung sesi diskusi bersama yang mengangkat tema “Peran Pemuda dalam Mewujudkan Kerukunan Umat Beragama.” Keterbukaan antar anggota, serta saling bertukar cerita membuat rasa kebersamaan semakin erat.
Keberagaman bukanlah penghalang untuk mewujudkan Indonesia yang bersatu dan berdaulat. Namun keberagaman justru menjadi kunci keberhasilan untuk mewujudkan Indonesia yang berbhinneka Tunggal Ika. Dengan semangat kebersamaan serta jiwa toleransi mampu mengantarkan keberagaman menjadi satu kesatuan.
Diah Anisa Lestari
Mahasiswa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Sember : bakesbangpol Pemalang


