Diduga Tolak Pasien Anak, Dokter di Klinik CKM Medika Karawang Timur Dapat Sorotan

Diduga Tolak Pasien Anak, Dokter di Klinik CKM Medika Karawang Timur Dapat Sorotan I Teras Media
Keterangan foto: Klinik CKM Medika Karawang Timur.
Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Karawang – Seorang wartawan media daring di Karawang berinisial F mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat membawa anaknya berobat ke Klinik Pratama CKM Medika Karawang Timur, yang berlokasi di Perumahan Citra Manggala Blok A2 No. 17–18, Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Minggu (9/11/2025).

F menuturkan, dirinya datang sekitar pukul 16.00 WIB untuk memeriksakan anaknya yang sedang mengalami demam tinggi. Namun, menurut pengakuannya, ia justru mendapat penolakan dan perlakuan kasar dari dokter yang bertugas di klinik tersebut, berinisial DS.

“Saya hanya menceritakan kondisi anak saya yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit lain, tapi tiba-tiba dokter DS marah dan menolak memeriksa anak saya. Kami malah diusir dan dibentak di depan pasien lain,” ujar F

Bacaan Lainnya

F menambahkan, dirinya sempat memperkenalkan diri sebagai wartawan. Namun, menurut pengakuannya, hal itu justru memancing reaksi negatif dari dokter yang bersangkutan.

“Dia malah mengatakan kalau media tidak ada gunanya. Saya diancam supaya tidak menceritakan kejadian ini ke orang lain,” kata F.

Akibat insiden tersebut, F kemudian membawa anaknya ke klinik lain untuk mendapatkan perawatan medis.

Diduga Langgar Etika Profesi

F menilai tindakan dokter DS tidak mencerminkan sumpah profesi seorang tenaga medis yang seharusnya mengutamakan keselamatan dan kesehatan pasien di atas pertimbangan pribadi.

Sebagaimana diketahui, sumpah dokter merupakan janji etis yang mengikat secara moral dan profesional, di mana seorang dokter wajib membaktikan diri untuk kemanusiaan, menjaga kerahasiaan pasien, serta memberikan pelayanan medis tanpa diskriminasi.

Pelanggaran terhadap sumpah atau kode etik kedokteran dapat berimplikasi pada sanksi etik hingga hukum, mulai dari teguran, pembinaan, pencabutan izin praktik, hingga tuntutan pidana jika terbukti menimbulkan kerugian pada pasien.

Minta Kasus Diusut Tuntas

F berharap pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dan organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) turun tangan untuk memeriksa dugaan pelanggaran tersebut.

“Saya harap ini tidak terjadi lagi pada pasien lain. Dokter harus mengutamakan kemanusiaan, bukan mempermalukan atau menolak pasien yang datang meminta pertolongan,” ujar F menegaskan.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak Klinik Pratama CKM Medika Karawang Timur maupun dokter DS untuk mendapatkan klarifikasi dan konfirmasi atas peristiwa yang dilaporkan