Galian C Bersarang Di Lebak, 720 Warga Maja Memohon Presiden Prabowo Bertindak

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tambang Galian C di Kabupaten Lebak

i

Foto: Tambang Galian C di Kabupaten Lebak

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Di sepanjang jalur Maja–Koleang, debu tebal menempel di atap rumah, pakaian jemuran, buku pelajaran, hingga mukena dan sajadah di mushola. Saat hujan, jalan berubah menjadi lumpur licin yang menelan motor dan membahayakan pelajar, Sabtu (29/11/2025).

Hal itu datang dari satu sumber ratusan truk tanah bertuliskan Gading, Cakra, BKPN dan lain-lain, yang setiap hari mengangkut tanah dari Curugbitung menuju arah utara untuk kebutuhan proyek besar PIK, Penderitaan ini telah berlangsung bertahun-tahun.

720 Warga Tanda Tangan Menolak Galian Tanah

Para Tokoh Maja mengonfirmasi bahwa sebanyak 720 warga telah menandatangani penolakan resmi terhadap aktivitas galian tanah dan lalu lintas truk tanah, Tanda tangan ini dikumpulkan dari orang tua, pedagang kecil, guru ngaji, ibu rumah tangga hingga para kyai dan ustadz yang setiap hari menyaksikan bagaimana lingkungan mereka rusak perlahan.

Dokumen penolakan ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat bukan sekadar mengeluh mereka bersatu, menyatakan sikap, dan menuntut tindakan nyata.

Debu dan Lumpur, Warga Hidup dalam Lingkungan yang Tidak Manusiawi

Debu menutup jalan seperti kabut. Anak-anak batuk tanpa henti. Warung-warung kehilangan pelanggan. Debu masuk ke kelas santri, membuat mereka belajar sambil menutupi hidung.

Saat hujan, jalur tambang berubah jadi arena lumpur yang licin, motor terjatuh, pelajar terpeleset, dan warga terpaksa memutar rute jauh agar selamat.

“Lingkungan kami bukan hanya rusak, tapi mengancam hidup,” rintih seorang warga yang rumahnya hanya tiga meter dari jalur tambang.

Pelanggaran Jam Operasional, Kepgub Diabaikan, Warga yang Menanggung Risiko

Menurut Para Kyai, truk tambang melanggar Keputusan Gubernur Banten Nomor 567 Tahun 2025 tentang jam operasional angkutan tambang. Truk tanah tetap melintas dini hari, sore, hingga malam  saat warga beristirahat.
Pelanggaran ini berlangsung tanpa pengawasan berarti.

“Kami Memohon Presiden Prabowo mendengar jeritan warga kecil ini,” ujar  KH. Ahmad Yunani perwakilan Tokoh

Pimpinan pesantren sekaligus tokoh masyarakat Maja itu menyampaikan seruan yang sangat kuat.

“Kami sudah menandatangani penolakan. Kami sudah melapor, sudah bersabar, sudah meminta dengan cara baik. Namun debu dan lumpur ini tidak berhenti. Anak-anak sakit, usaha rakyat merugi, hidup terasa tidak aman. Kami memohon Presiden Prabowo Subianto agar memerintahkan penertiban total dan menutup permanen aktivitas tambang tanah dan armada pengangkut tanah yang telah merusak ketenteraman rakyat kecil.” serunya

Ia menegaskan bahwa permintaan ini bukan bentuk perlawanan terhadap pembangunan nasional, namun upaya warga untuk mempertahankan kehidupan yang layak.

Tuntutan Tegas Masyarakat Penutupan Permanen Aktivitas Tambang:

1. Penutupan permanen seluruh tambang tanah di Curugbitung–Lebak.

2. Pelaporan dan penertiban armada tanah yang diduga melanggar jam operasional dan tak memenuhi standar angkutan.

3. Audit izin, jalur distribusi tanah, dan keterkaitan rantai pasok reklamasi.

4. Penyelamatan lingkungan melalui pembersihan debu, perbaikan jalan, dan pencegahan lumpur.

5. Intervensi langsung dari Presiden Prabowo untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Harapan dari Maja untuk Istana

Surat penolakan 720 warga, serta laporan investigatif ini akan dikirimkan kepada pemerintah pusat. Warga berharap Presiden Prabowo memberikan instruksi tegas untuk menghentikan eksploitasi yang meminggirkan masyarakat kecil.

Warga Maja tidak menuntut kemewahan. Mereka hanya ingin bernapas tanpa debu, melintas tanpa lumpur, dan anak-anak mereka bersekolah tanpa takut kecelakaan karena ini hanya untuk kepentingan swasta di kawasan PIK.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:51 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:35 WIB

Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai

Rabu, 23 September 2026 - 18:45 WIB

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB