Polemik Pengelolaan Anggaran BUMDes Desa Cikotok

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 9 Desember 2025 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

i

Ilustrasi

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Polemik pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cikotok Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, memasuki babak baru setelah muncul perbedaan keterangan antara Ketua BUMdes dengan Kepala Desa.

Berdasarkan pengakuan Kepala Desa Cikotok yang disampaikan melalui Sekretaris Desa, anggaran tahun 2022 sebesar Rp 30.000.000, disebutkan hanya Rp 22.000.000 digunakan untuk belanja usaha.

“Sementara sisa anggaran Rp 8 juta dialokasikan untuk operasional BUMDes, seperti servis mesin pompa Pertamini dan kebutuhan lainnya.” kata Sekretaris Desa, saat dikonfirmasi via WhatsApp Selasa (9/12/2025).

Ia menuturkan bahwa pencairan itu pada tahun 2022 di bulan April sesuai dengan data rekening BUMdes. Adanya rekening BUMdes, kata dia, tentunya ada perubahan spesimen ke BJB, perubahan itu harus ada SK pengurus.

“Jadi pencairan terjadi karena adanya perubahan spesimen dan adanya SK, ketika dikonfirmasi dengan pihak Kecamatan sudah disampaikan oleh Kepala Desa, bahwa dari anggaran Rp 30 juta benar dibelanjakan senilai Rp 22 juta, yang Rp 8 juta lagi, dipergunakan untuk OP BUMdes, biaya kajian teknis, Pajak, sewa Gedung, service mesin Pertamini ada biaya pengalihan aset lama.” tuturnya

Namun, keterangan tersebut bertolak belakang dengan penjelasan Ketua BUMDes. Ia menyebutkan bahwa pengelolaan anggaran tidak dilakukan secara transparan, karena proses belanja dilakukan oleh Kepala Desa, bukan oleh pengurus BUMDes.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait tata kelola dan fungsi BUMDes itu sendiri. Menurut ketentuan peraturan perundang-undangan, Kepala Desa tidak dibenarkan mengelola langsung atau membelanjakan anggaran BUMDes.

Diketahui, Badan Usaha Milik Desa adalah badan hukum yang dibentuk dan dimiliki oleh desa untuk mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengelolaan potensi ekonomi desa secara mandiri.

BUMDes beroperasi berdasarkan Peraturan Desa, dikelola oleh Pemerintah Desa dan masyarakat, serta dapat memiliki modal dari desa, tabungan masyarakat, atau pihak ketiga. 

Jika seluruh belanja dan pengelolaan anggaran dikendalikan oleh Kepala Desa, maka:

1. Fungsi BUMDes menjadi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

2. Peran pengurus BUMDes hanya formalitas, tanpa kewenangan nyata.

3. Berpotensi melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas keuangan desa.

4. Dapat menimbulkan dugaan penyalahgunaan wewenang.

Atas dasar itu, muncul pertanyaan publik. Apa fungsi dan kewenangan BUMDes jika anggaran serta belanja justru dikelola sepenuhnya oleh Kepala Desa? Dan mengapa pengurus BUMDes tidak dilibatkan secara aktif dan transparan dalam pengelolaan anggaran?

Polemik ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam aspek transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola BUMDes Cikotok. Publik kini menanti langkah lanjutan dari Pemerintah Desa, BPD, Inspektorat, dan aparat penegak hukum untuk memastikan kejelasan penggunaan dana BUMDes serta mencegah potensi kerugian negara.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dinkes Tangerang Terus Pantau Kondisi Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
Polri dan Pemda Perkuat Sinergi Wujudkan Kamtibmas Kondusif di Papua Barat Daya
Polda Papua Barat Daya Apresiasi Dua Perwira Polres Tambrauw atas Pendekatan Humanis
HUT Bhayangkara ke-80, Kapolresta Sorong Kota Serahkan Kenaikan Pangkat kepada 96 Personel
Sensus Ekonomi 2026, Kunci Wujudkan UMKM Berkelanjutan di Lombok Utara
Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Kepung Permukiman, Puskesmas Sukadiri Gerak Cepat Bagikan Masker dan Siapkan Posko Kesehatan
Suara dari Legok: Solidaritas Publik Menguat Demi Keadilan Ruang Hidup Warga Rancagong
Jejak Dana BOP Ditelusuri, Kejari Geledah PKBM di Kosambi Tangerang
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:56 WIB

Dinkes Tangerang Terus Pantau Kondisi Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:48 WIB

Polri dan Pemda Perkuat Sinergi Wujudkan Kamtibmas Kondusif di Papua Barat Daya

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:44 WIB

Polda Papua Barat Daya Apresiasi Dua Perwira Polres Tambrauw atas Pendekatan Humanis

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:40 WIB

HUT Bhayangkara ke-80, Kapolresta Sorong Kota Serahkan Kenaikan Pangkat kepada 96 Personel

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:37 WIB

Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Kepung Permukiman, Puskesmas Sukadiri Gerak Cepat Bagikan Masker dan Siapkan Posko Kesehatan

Berita Terbaru

Sekjen Matahukum Mukshin Nasir

Hukum dan Kriminal

Kasus BTS 27 M, KPK Panggil Dito Kasus Haji, Matahukum: Jangan Lolos Lagi

Rabu, 1 Jul 2026 - 17:23 WIB