Cegah Radikalisme Sejak Dini, Densus 88 Gelar Bedah Buku di Ponpes Raudhatul Ulum

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Densus 88 Gelar Bedah Buku di Ponpes Raudhatul Ulum.

i

Keterangan foto: Densus 88 Gelar Bedah Buku di Ponpes Raudhatul Ulum.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Indralaya – Tim Idensos Satgaswil Sumatera Selatan Densus 88 Antiteror Polri menggelar kegiatan penyuluhan dan bedah buku berjudul “At Tahrir” kepada santri kelas akhir Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, pada Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman santri terhadap bahaya paham radikalisme serta menanamkan nilai-nilai moderasi beragama dan wawasan kebangsaan di lingkungan pesantren.

Penyuluhan berlangsung dalam suasana dialogis dan interaktif. Para santri terlihat antusias mengikuti pemaparan materi hingga sesi diskusi. Melalui metode bedah buku, Tim Idensos mengajak santri untuk berpikir kritis, memahami ajaran keagamaan secara utuh, serta mengenali ciri-ciri paham radikal yang berpotensi mengarah pada tindakan ekstremisme dan terorisme.

“Santri memiliki peran strategis sebagai generasi penerus bangsa. Karena itu, pemahaman agama harus dibangun secara damai, toleran, dan sejalan dengan nilai-nilai Pancasila serta Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar salah satu anggota Tim Idensos Satgaswil Sumsel Densus 88 AT Polri dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, buku “At Tahrir” dibedah sebagai bahan refleksi untuk membuka ruang dialog dan memperkaya perspektif santri dalam menyikapi berbagai ideologi yang berkembang di tengah masyarakat.

Pihak Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga menyambut positif kegiatan tersebut. Pimpinan pondok pesantren menilai, penyuluhan dan bedah buku ini sangat bermanfaat sebagai langkah preventif dalam membentengi santri dari pengaruh paham menyimpang.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Santri perlu dibekali pemahaman yang benar agar tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang bertentangan dengan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” katanya.

Ia berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk sinergi antara aparat keamanan dan lembaga pendidikan keagamaan.

Melalui kegiatan ini, Tim Idensos Satgaswil Sumsel Densus 88 AT Polri berharap para santri mampu menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat serta berperan aktif dalam menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban bangsa.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Kepung Permukiman, Puskesmas Sukadiri Gerak Cepat Bagikan Masker dan Siapkan Posko Kesehatan
Suara dari Legok: Solidaritas Publik Menguat Demi Keadilan Ruang Hidup Warga Rancagong
Jejak Dana BOP Ditelusuri, Kejari Geledah PKBM di Kosambi Tangerang
JAN Banten Soroti Maraknya Open BO di Lebak, Minta APH Bertindak
Penemuan Jasad Bayi Gegerkan Warga Sindang Jaya
Aliansi Mahasiswa Desak Pemkab Serang Audit Kepatuhan Izin Kandang Ayam di Ciomas
Semangat HUT Bhayangkara! Kajari Tangerang Ikut Fun Bike, Sinergi Makin Solid
KPK Acungi Jempol SPMB Banten, Praktik “Titip Bangku” Berhasil Ditekan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:37 WIB

Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Kepung Permukiman, Puskesmas Sukadiri Gerak Cepat Bagikan Masker dan Siapkan Posko Kesehatan

Senin, 29 Juni 2026 - 23:16 WIB

Jejak Dana BOP Ditelusuri, Kejari Geledah PKBM di Kosambi Tangerang

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:12 WIB

JAN Banten Soroti Maraknya Open BO di Lebak, Minta APH Bertindak

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:23 WIB

Penemuan Jasad Bayi Gegerkan Warga Sindang Jaya

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:44 WIB

Aliansi Mahasiswa Desak Pemkab Serang Audit Kepatuhan Izin Kandang Ayam di Ciomas

Berita Terbaru