Peresmian 110 Rumah di Pesisir, Pemkab Tangerang Diduga Abaikan Permukiman Kumuh 

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 00:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

TANGERANG, –Tepuk tangan dan seremoni peresmian 110 rumah layak huni menggema di Kampung Tanjung Kait, Jumat (13/2/2026). Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama jajaran OPD meresmikan program revitalisasi bagi keluarga nelayan yang disebut sebagai wujud kolaborasi dan keberpihakan pada masyarakat pesisir.

Namun, hanya beberapa meter dari lokasi acara, realitas berbeda tersaji. Permukiman warga yang masih kumuh dan rawan banjir justru terlewati tanpa peninjauan.

Ibu Imah, salah satu warga, mengaku rumahnya kerap kebanjiran hingga air masuk ke dalam ruangan. Bekas genangan masih tampak jelas—tanah becek dan lumpur yang belum sepenuhnya mengering.

“Air masuk sampai ke dalam rumah. Minggu-minggu kemarin banjir. Itu bekasnya masih ada,” ujarnya dengan nada kesal.

Ia menuturkan, saat rombongan kepala daerah melintas menuju titik peresmian, kawasan tempat tinggalnya hanya dilewati begitu saja.

“Dilewati saja, nengok pun tidak, coba lihat kesini ni,” katanya.

Program revitalisasi yang membangun 110 unit rumah memang memberi harapan baru bagi penerimanya. Fasilitas seperti jalan lingkungan, jaringan air bersih, dan ruang komunal telah dibangun. Pemerintah daerah juga menyampaikan komitmen keberlanjutan, termasuk rencana penerangan jalan umum dan pemberdayaan ekonomi nelayan.

Namun pertanyaannya, apakah pembangunan itu telah menyentuh seluruh warga yang membutuhkan?

Fakta di lapangan menunjukkan masih adanya ketimpangan penanganan. Di satu sisi berdiri deretan rumah baru yang rapi, di sisi lain terdapat hunian lama dengan sanitasi terbatas dan drainase yang belum memadai. Kontras tersebut memunculkan kesan bahwa pembangunan berhenti pada angka dan simbol peresmian, bukan pada penyelesaian menyeluruh persoalan kawasan.

Pemerataan program menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Jika revitalisasi hanya menyentuh sebagian titik, maka kesenjangan sosial di kawasan pesisir berpotensi tetap menganga.

Warga berharap pemerintah tidak tebang pilih dan berani melihat langsung kondisi yang belum tertangani. Sebab pembangunan sejatinya tidak diukur dari jumlah unit yang diresmikan, melainkan dari sejauh mana keadilan dirasakan tanpa terkecuali.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait keluhan warga atas permukiman yang masih terdampak banjir dan lingkungan yang masih memprihatinkan (red).

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:51 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:35 WIB

Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai

Rabu, 23 September 2026 - 18:45 WIB

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB