Takjil Ramadhan Diserbu, Pasar Rangkasbitung Kian Ramai

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Memasuki bulan suci Ramadan 2026, suasana Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, tampak jauh lebih ramai dari hari biasanya. Sejak Sabtu pagi (21/2/2026), warga mulai memadati lapak-lapak pedagang untuk berburu bahan campuran takjil sebagai persiapan berbuka puasa.

Antrean terlihat mengular di sejumlah titik, terutama di lapak penjual kolang-kaling dan cincau. Selain itu, komoditas lain seperti cendol, sekoteng, hingga aneka rumput laut juga laris dibeli warga sebagai pelengkap es buah dan minuman segar khas Ramadan.

Tahun ini harga kolang-kaling mengalami kenaikan cukup signifikan. Dari sebelumnya Rp15.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp20.000 per kilogram. Sementara bahan lain relatif stabil, seperti cincau yang masih dijual Rp5.000 per kilogram dan sekoteng Rp5.000 untuk empat kantong.

Agus (39), salah satu pedagang di Pasar Rangkasbitung, mengatakan kenaikan harga kolang-kaling dipicu terbatasnya pasokan karena belum memasuki masa panen raya.

“Tahun ini memang ada kenaikan karena belum musim. Sekarang kami jual Rp20.000 per kilogram, sebelumnya Rp15.000. Kalau yang lain masih standar, sekoteng masih sama seperti tahun-tahun kemarin,” ujarnya.

Meski harga naik, daya beli masyarakat dinilai tetap baik. Bahkan penjualan meningkat tajam dibanding hari biasa. Dalam sehari, stok kolang-kaling miliknya bisa habis hingga dua sampai tiga kuintal.

“Alhamdulillah, pembeli ramai. Selama Ramadan penjualan kolang-kaling dan cincau naik drastis,” kata Agus.

Ia menyebut omzetnya meningkat hingga sekitar 80 persen selama Ramadan. Kolang-kaling dan cincau menjadi primadona karena banyak digunakan untuk kolak, rujak, maupun es buah.

Salah satu pembeli, Laras (46), warga Lebak, mengaku tidak keberatan dengan kenaikan harga. Baginya, menyiapkan takjil segar untuk keluarga sudah menjadi tradisi setiap Ramadan.

“Saya beli cincau dan rumput laut untuk buka puasa besok. Harganya masih terjangkau. Setiap tahun pasti beli,” tuturnya.

Lonjakan permintaan tersebut menjadi berkah musiman bagi para pedagang tradisional. Momentum Ramadan kembali menggerakkan perputaran ekonomi lokal, khususnya pada sektor bahan pangan dan minuman olahan untuk kebutuhan berbuka puasa.

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Paskibraka Banten 2026 Dikukuhkan, Kapolda Hengki Dorong Semangat Kebangsaan
Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan
CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial
Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara
Jalin Komunikasi dan Kekeluargaan, DKM Al-Barokah Kunjungi Keluarga Almarhum H. M Nalendra Martakusumah
FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan
Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan, Warga Kasemen Rela Andalkan Air Payau
Sidang Perdana Gabriel Lumbantoruan Digelar, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Pelanggaran Prosedur
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:16 WIB

Paskibraka Banten 2026 Dikukuhkan, Kapolda Hengki Dorong Semangat Kebangsaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:40 WIB

CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:59 WIB

FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan

Berita Terbaru