Dinkes Tangerang Terus Pantau Kondisi Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

TANGERANG, TerasMedia.co– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang terus memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk. Berbagai langkah penanganan dilakukan secara terpadu untuk memastikan kesehatan warga tetap terjaga di tengah paparan asap yang masih terjadi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, MARS, mengatakan hingga saat ini kondisi kesehatan masyarakat di sekitar kawasan terdampak masih terkendali. Meski demikian, petugas kesehatan tetap melakukan pemantauan secara intensif sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya gangguan kesehatan akibat polusi asap.

“Hingga saat ini kondisi kesehatan warga yang terdampak di sekitar TPA Jatiwaringin masih terkendali. Memang ada beberapa warga di lokasi pengungsian yang menjalani pengobatan karena mengalami infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), namun belum ditemukan warga yang mengalami gangguan pernapasan serius,” kata Hendra saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Rabu (1/7).

Menurut dia, Dinas Kesehatan sejak awal kebakaran telah mengerahkan seluruh jajaran puskesmas di wilayah terdampak untuk memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Upaya tersebut meliputi pembagian masker, edukasi mengenai pentingnya penggunaan masker, pemeriksaan kesehatan, hingga pembukaan posko kesehatan di lokasi pengungsian.

Selain memberikan pelayanan kesehatan dasar, Dinkes juga menyiapkan sistem rujukan ke rumah sakit bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan lanjutan maupun dalam kondisi kegawatdaruratan.

“Kami membuka posko kesehatan di lokasi-lokasi pengungsian bagi warga yang tidak dapat bertahan di rumah karena asap cukup tebal. Apabila ditemukan kondisi darurat, kami juga siap memberikan layanan rujukan ke rumah sakit terdekat,” ujarnya.

Saat ini, posko kesehatan masih disiagakan di sejumlah wilayah terdampak. Di Kecamatan Rajeg terdapat tiga titik posko kesehatan, sementara di Kecamatan Sukadiri tersedia satu titik posko. Adapun di Kecamatan Mauk, tenaga kesehatan ditempatkan di kawasan TPA Jatiwaringin untuk memantau kondisi kesehatan petugas yang masih melakukan upaya pemadaman kebakaran.

Hendra memastikan ketersediaan obat-obatan dan masker bagi masyarakat hingga kini masih mencukupi. Bahkan, Dinas Kesehatan telah mendistribusikan tambahan cadangan masker ke sejumlah puskesmas di sekitar lokasi terdampak sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila kebutuhan meningkat.

“Stok obat-obatan masih mencukupi. Kami juga telah mengirimkan cadangan masker ke puskesmas-puskesmas terdekat agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal,” katanya.

Dinas Kesehatan juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti balita, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta. Kelompok tersebut diimbau untuk selalu menggunakan masker dan, apabila memungkinkan, berada di lokasi yang memiliki kualitas udara lebih baik agar tidak terpapar langsung oleh asap.

“Kelompok rentan memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran pernapasan. Karena itu kami mengimbau agar mereka menggunakan masker setiap saat dan segera dievakuasi apabila kualitas udara di sekitar tempat tinggalnya memburuk,” tutur Hendra.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang, membatasi aktivitas di luar ruangan selama asap masih menyelimuti wilayah terdampak, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan kesehatan lainnya.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap kondisi kesehatan masyarakat tetap terkendali selama proses penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin berlangsung. Sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu meminimalkan dampak kesehatan akibat paparan asap serta memastikan pelayanan kesehatan tetap dapat diakses oleh seluruh warga terdampak.

(Ard/dyt)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
PB PII Apresiasi Penguatan Peran Imam Masjid dalam Diplomasi Keagamaan
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:51 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:35 WIB

Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat

Jumat, 25 September 2026 - 08:53 WIB

Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB