KAHMI Jawa Barat : Ulas Neuro-Science Untuk Realisasi “Indonesia Emas 2045”

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 9 September 2022 - 06:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

JAWA BARAT – Webinar series Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Barat berlanjut. Di pertemuan kedua, Kamis (08/09) malam, topik “Neuroleadership dan Ekosistem HMI-KAHMI” dibahas oleh Prof. Asep Saefudin dan Dr. Taufik Fedrik Pasiak. Bertindak sebagai moderator, presidium KAHMI Jawa Barat, Prof. Fauzan Ali Rasyid.

Dalam paparan pembukanya, Koordinator Presidium (Koorpres) MW KAHMI Jawa Barat, Dr. Sofyan Sjaf menuturkan, pertemuan webinar kedua masih bertalian erat dengan bahasan perdana, yaitu soal cara pandang (mindset). Visi Indonesia Emas 2045 yang turut menjadi perhatian (concern) MW KAHMI Jawa Barat, ulasnya, bagaimanapun harus ditopang dengan kerangka nalar yang sejalan.

“Cara pandang berkemajuan (growth mindset) adalah hal yang urgen untuk merealisasikan cita-cita Indonesia Emas 2045. Dan agar menjadi gerakan kolektif dibutuhkan kepemimpinan yang kontekstual. Dengan demikian, neuro-leadership adalah isu strategis yang perlu dikaji lebih lanjut. Dalam hal ini, aspek krusialnya adalah bagaimana membangun kepemimpinan yang mampu menyemai growth mindset ummat?”, ujarnya.

Neuro Science : Mengenali Pikiran Manusia

Prof. Asep, dalam bahasannya, menyinggung soal konstruksi pikiran manusia. Pikiran manusia, pada prinsipnya terbagi menjadi pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran bawah sadar (sub-conscious mind).

“Dalam keseharian, disadari atau tidak, peran paling banyak berasal dari pikiran bawah sadar yang berjalan otomatis. Misal, gerakan mata, nafas, tangan dan lainnya. Artinya, pikiran bawah sadar lebih banyak berkontribusi terhadap diri manusia,” katanya.

Karena itu, timpalnya lagi, penting untuk melatih (exercise) pikiran bawah sadar. Bagian pikiran terbesar ini perlu dibentuk agar senantiasa mengarah ke arah positif. Growth mindset ada pada dimensi tersebut.

“Pikiran bawah sadar punya dimensi negatif dan positif. Untuk sampai pada kualitas growth mindset, pikiran bawah sadar perlu ada di dimensi positifnya. Karena itulah, seperti dikatakan Prof Arif Satria, growth mindset bisa dibentuk,” ungkapnya.

Sementara, Dr. Taufik Fedrik Pasiak dalam paparannya mengutarakan satu fakta penting terkait pikiran manusia. Yaitu bahwa pikiran manusia senantiasa berubah. Hal ini dibuktikan dengan perubahan cara hidup manusia dari waktu ke waktu.

“Sarang burung atau sarang semut misalnya, selalu begitu sejak awal sampai sekarang. Berbeda dengan manusia. Cara hidup manusia berubah dari waktu ke waktu. Hal ini membuktikan perubahan pikiran manusia,” jelasnya.

Neuro-science, lanjutnya, mempelajari pikiran manusia. Diskursusnya bukan sesuatu yang baru, sebab sudah ramai diperbincangkan sejak era 90-an. Meski begitu, perkembangan neuro-science terus berkembang sampai sekarang.

“Terakhir, kita mendengar soal perangkat chip yang dipasang di otak manusia. Dalam salahsatu kasus, chip ensiklopedia yang ditanam di otak manusia menjadikannya mampu menghapal ensiklopedia tersebut tanpa belajar. Terlepas dari perdebatan yang meliputinya, hal ini adalah temuan yang akan punya manfaat besar di masa depan,” ungkapnya.

Masih dalam paparannya, perkembangan neuro-science juga hadir pada teknologi Virtual Reality (VR) yang berkaitan dengan kemampuan visualisasi manusia. VR membantu proses pembelajaran manusia meskipun tidak dalam bentuk fisik.

“Kemampuan pikiran manusia salahsatunya adalah visualisasi. Otak ternyata merespon sama, baik itu pengalaman fisik maupun visual. Karena itu, VR membantu pembelajaran manusia dalam bentuk citra visual. Contoh, ketika belajar soal organ manusia, prosesnya dapat dilakukan dengan VR tanpa harus menghadapi fisik organ sesungguhnya,” katanya.

Untuk sampai pada cita-cita Indonesia 2045, maka penting untuk membangun pikiran yang sejalan.

“Pemimpin mesti punya growth-mindset yang menggerakkan ummat pada kerangka nalar yang sama,” pungkasnya. (Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Kepung Permukiman, Puskesmas Sukadiri Gerak Cepat Bagikan Masker dan Siapkan Posko Kesehatan
Suara dari Legok: Solidaritas Publik Menguat Demi Keadilan Ruang Hidup Warga Rancagong
Jejak Dana BOP Ditelusuri, Kejari Geledah PKBM di Kosambi Tangerang
JAN Banten Soroti Maraknya Open BO di Lebak, Minta APH Bertindak
Penemuan Jasad Bayi Gegerkan Warga Sindang Jaya
Aliansi Mahasiswa Desak Pemkab Serang Audit Kepatuhan Izin Kandang Ayam di Ciomas
Semangat HUT Bhayangkara! Kajari Tangerang Ikut Fun Bike, Sinergi Makin Solid
KPK Acungi Jempol SPMB Banten, Praktik “Titip Bangku” Berhasil Ditekan
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:37 WIB

Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Kepung Permukiman, Puskesmas Sukadiri Gerak Cepat Bagikan Masker dan Siapkan Posko Kesehatan

Senin, 29 Juni 2026 - 23:16 WIB

Jejak Dana BOP Ditelusuri, Kejari Geledah PKBM di Kosambi Tangerang

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:12 WIB

JAN Banten Soroti Maraknya Open BO di Lebak, Minta APH Bertindak

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:23 WIB

Penemuan Jasad Bayi Gegerkan Warga Sindang Jaya

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:44 WIB

Aliansi Mahasiswa Desak Pemkab Serang Audit Kepatuhan Izin Kandang Ayam di Ciomas

Berita Terbaru