Periksa Pengusahanya Dong, Perbaikan Jalan Lebak Dinilai Amatir Tanpa APD dan Bikin Kemacetan

Avatar photo

- Penulis

Senin, 16 Februari 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Pemeliharaan jalan di Kabupaten Lebak kembali menuai kritik keras tanpa Alat Pelindung Diri (APD), Minggu (15/2/2026)

i

Keterangan foto : Pemeliharaan jalan di Kabupaten Lebak kembali menuai kritik keras tanpa Alat Pelindung Diri (APD), Minggu (15/2/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Pemeliharaan jalan  By Pass di Kabupaten Lebak kembali menuai kritik keras. Di lapangan, perbaikan jalan tetap berjalan di tengah kondisi jalan berlubang dan bergelombang yang memicu kemacetan panjang serta membahayakan pengendara. Namun yang lebih disorot, para pekerja terpantau tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja di area lalu lintas aktif.

Ketua Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), Muhamad Yusup, menilai hal ini sebagai kelalaian serius dalam standar keselamatan kerja.

“Ini pekerjaan di badan jalan, kendaraan lalu-lalang setiap saat. Tapi pekerjanya tidak menggunakan APD lengkap. Ini bukan sekadar pelanggaran kecil, ini membahayakan nyawa pekerja sekaligus pengguna jalan,” tegas Yusup, Senin (16/2/2026).

Ia mempertanyakan pengawasan pemerintah daerah dan juga Dinas PUPR Provinsi Banten terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut. Menurutnya, proyek infrastruktur seharusnya memenuhi standar keselamatan kerja yang ketat, bukan hanya mengejar penyelesaian pekerjaan.

“Kalau keselamatan pekerja saja diabaikan, bagaimana masyarakat bisa percaya kualitas pekerjaannya diawasi? PUPR Provinsi Banten jangan tutup mata. Pengawasan bukan hanya soal hasil fisik jalan, tapi juga soal keselamatan kerja di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, kondisi jalan rusak dan proses perbaikan yang tidak tertata membuat arus kendaraan tersendat. Banyak pengendara harus melambat dan menghindari lubang serta material, sehingga antrean kendaraan kerap terjadi dan risiko kecelakaan meningkat, khususnya bagi pengendara motor.

“Setiap hari masyarakat dirugikan. Macet, kendaraan rusak, dan ancaman kecelakaan nyata di depan mata. Jangan sampai ada korban baru pemerintah bergerak serius,” kata Yusup.

Ia menegaskan jalan adalah urat nadi ekonomi masyarakat. Ketika akses terganggu dan keselamatan diabaikan, yang terancam bukan hanya mobilitas warga tetapi juga kepercayaan publik.

“Pemerintah daerah dan Dinas PUPR Provinsi Banten harus segera turun langsung, menertibkan pelaksanaan pekerjaan, memastikan pekerja memakai APD, dan melakukan perbaikan permanen. Masyarakat butuh keselamatan dan kepastian, bukan perbaikan seadanya,” pungkasnya.

Penulis : David

Editor : Red

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:51 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:35 WIB

Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai

Rabu, 23 September 2026 - 18:45 WIB

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB