Jakarta | Ratusan purnawirawan TNI bersama elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Lintas Aliansi Adili Koruptor (GLADIATOR) menggelar aksi moral di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarya 2 Oktober 2025.

Mereka menuntut lembaga antirasuah segera mengambil langkah nyata dalam pemberantasan korupsi.
Hadir di barisan depan Jenderal Purn Fachrul Razi, Laksamana Purn Slamet Soebianto, dan Kolonel Purn Sugeng Waras, bersama sejumlah tokoh lintas profesi.
Kehadiran mereka disebut sebagai simbol bahwa perjuangan melawan korupsi bukan seremonial, melainkan panggilan sejarah.
Dalam orasi, para purnawirawan menegaskan bahwa praktik korupsi telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa. Dana pembangunan disebut dirampok, kebijakan publik dikendalikan mafia politik, dan rakyat kecil selalu menjadi korban.
Karena itu, KPK didesak tidak gentar menghadapi tekanan dari pihak mana pun.
GLADIATOR menyampaikan lima tuntutan utama: mengadili koruptor besar tanpa tebang pilih, merampas aset hasil korupsi untuk negara, memperkuat independensi KPK, membuka sidang kasus besar secara transparan, serta membenahi sistem politik dan pemilu dari praktik politik uang dan oligarki.
Massa aksi juga mengingatkan bahwa kezaliman tumbuh bukan hanya karena banyaknya orang jahat, tetapi juga karena diamnya orang baik.
Mereka menyerukan agar rakyat bersatu melawan korupsi melalui jalur konstitusional, efektif, dan bermartabat.
Aksi ditutup dengan tekad bersama: membangkitkan Indonesia dengan pemerintahan yang bersih. Korupsi dinilai sebagai musuh bersama yang merugikan negara secara finansial, merampas hak rakyat, dan mengancam masa depan generasi muda.




