Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan Tewas, Ormas KITA Minta Penanganan Kasus Ojek Diperhatikan Akar Masalah

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Al Amin dan Raden Elang Mulyana saat berada di Polres Pandeglang, Senin (23/2/2026)

i

Keterangan foto : Al Amin dan Raden Elang Mulyana saat berada di Polres Pandeglang, Senin (23/2/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Pandeglang – Sekretaris Organisasi Masyarakat Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Provinsi Banten, Egi Hendriawan, mengingatkan penyidik kepolisian dan jaksa terkait untuk berhati-hati serta cermat dalam menangani kasus pengudi ojek pangkalan Al Amin Maksum yang sempat menjadi sorotan publik setelah penumpangnya tewas akibat kecelakaan di jalan rusak di Kabupaten Pandeglang beberapa waktu lalu.

Egi menyampaikan bahwa meskipun aturan hukum harus tetap ditegakkan secara konsisten, perlu dilakukan tinjauan menyeluruh terkait kondisi jalan yang menjadi faktor utama terjadinya insiden tersebut.

“Kita tidak bisa hanya fokus pada satu pihak. Kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah di lokasi kejadian jelas menjadi pemicu utama terjadinya kecelakaan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pengudi ojek sebagai pelaku usaha mikro seringkali terpaksa melintas melalui jalan yang tidak layak guna karena tidak memiliki alternatif rute lain untuk menjangkau pelanggan mereka, terutama di wilayah yang kurang terjangkau sarana transportasi umum.

“Sebelum menerapkan pasal hukum, sangat penting untuk menelisik secara mendalam akar masalah yang ada. Apakah pengudi benar-benar bersalah secara penuh, ataukah ada faktor lain yang lebih dominan seperti kelalaian dalam pemeliharaan dan pengelolaan jalan raya?” tandas Egi mengingatkan kepada penyidik jaksa dan kepolisian.

Organisasi Masyarakat KITA Provinsi Banten juga mengajak penyidik, jaksa, serta pihak terkait untuk tidak hanya fokus pada proses hukum terhadap pelaku yang diduga salah, namun juga melakukan kajian terhadap kondisi infrastruktur yang menjadi penyebab utama. Selain itu, Egi mengimbau agar dilakukan koordinasi yang erat antara Polda Banten, Kejaksaan Negeri Pandeglang, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Banten, dan masyarakat untuk mencari solusi yang komprehensif.

“Sekarang bukan saatnya untuk mencari siapa yang harus disalahkan, melainkan bagaimana kita bisa mencegah hal yang sama terjadi lagi dan memberikan keadilan yang seimbang serta adil bagi semua pihak yang terlibat,” pungkasnya.

Penulis : David

Editor : Red

Komentar ditutup.

Berita Terkait

LAN Kota Tangerang Peringati HANI 2026, Ajak Masyarakat Perkuat Perang Melawan Narkoba
JAN Banten Soroti Maraknya Open BO di Lebak, Minta APH Bertindak
Skandal PLN Buku 2024–2025 Dilaporkan, MataHukum Desak Kejagung Periksa Direksi
Penemuan Jasad Bayi Gegerkan Warga Sindang Jaya
BNN Petakan Enam Kampung Rawan Narkoba di Bangka Belitung
Aliansi Mahasiswa Desak Pemkab Serang Audit Kepatuhan Izin Kandang Ayam di Ciomas
Semangat HUT Bhayangkara! Kajari Tangerang Ikut Fun Bike, Sinergi Makin Solid
KPK Acungi Jempol SPMB Banten, Praktik “Titip Bangku” Berhasil Ditekan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:32 WIB

LAN Kota Tangerang Peringati HANI 2026, Ajak Masyarakat Perkuat Perang Melawan Narkoba

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:12 WIB

JAN Banten Soroti Maraknya Open BO di Lebak, Minta APH Bertindak

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:23 WIB

Penemuan Jasad Bayi Gegerkan Warga Sindang Jaya

Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:02 WIB

BNN Petakan Enam Kampung Rawan Narkoba di Bangka Belitung

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:44 WIB

Aliansi Mahasiswa Desak Pemkab Serang Audit Kepatuhan Izin Kandang Ayam di Ciomas

Berita Terbaru