Kedatangan Teuku Rahmatsyah Sebagai Kajati Aceh Diringkai Tradisi Peusijuk Penuh Kekhusyukan

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh yang baru, Teuku Rahmatsyah, S.H., M.Kn., disambut dengan khidmat dan penuh kehangatan melalui tradisi adat Peusijuk.

i

Kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh yang baru, Teuku Rahmatsyah, S.H., M.Kn., disambut dengan khidmat dan penuh kehangatan melalui tradisi adat Peusijuk.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Aceh — Kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh yang baru, Teuku Rahmatsyah, S.H., M.Kn., disambut dengan khidmat dan penuh kehangatan melalui tradisi adat Peusijuk. Kegiatan sakral ini diabadikan dan dibagikan melalui akun Instagram resmi @Kejati_Aceh, menjadi momen yang menyatukan semangat adat dan komitmen penegakan hukum di Tanah Rencong.

Tradisi Peusijuk merupakan salah satu warisan leluhur masyarakat Aceh yang sarat makna penghormatan, pemberian resti, serta doa tulus agar pemimpin yang baru menjabat senantiasa diberikan kemudahan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah. Dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, para pemangku adat dan jajaran pimpinan Kejati Aceh turut hadir menyaksikan momen sakral yang sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru penegakan hukum di Provinsi Aceh.

Teuku Rahmatsyah yang merupakan putra asli Banda Aceh tampak menerima penghormatan adat dengan kerendahan hati. Melalui tradisi ini, diharapkan beliau senantiasa terjaga dalam semangat keadilan, kebersamaan, dan kedekatan dengan masyarakat luas — nilai-nilai yang menjadi inti dari peradaban Aceh sejak dahulu.

“Peusijuk bukan sekadar seremonial, melainkan doa restu dari masyarakat agar Kejaksaan Tinggi Aceh di bawah kepemimpinan yang baru mampu menegakkan hukum yang adil, bersih, dan dirasakan kehadirannya oleh setiap lapisan masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan melalui keterangan Kejati Aceh.

Prosesi adat ini sekaligus menegaskan bahwa penegakan hukum di Aceh senantiasa berpijak pada kearifan lokal dan nilai-nilai luhur budaya masyarakat. Dengan resti adat dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Kejati Aceh diharapkan semakin kokoh berdiri sebagai institusi yang dipercaya, dihormati, dan menjaga keadilan bagi seluruh rakyat Serambi Mekkah.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

LBH PRABHU Lantik Pengurus Cabang Kota Tangerang Selatan, Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat
Keterangan Ahli Tunjukkan Cacat Hukum, Perkara Gabriel Lumbantoruan Dinilai Melukai Keadilan
Tim Tabur Kejati Banten Berhasil Tangkap DPO Penipuan di Tegal ​
Sinergi Lintas Lembaga Terjalin Indah, Komisi III DPR RI Pantau Langsung Kinerja Kejati Banten
Jangan Sembunyi di Balik Sakit, Kejati Sumut Pastikan Eksekusi Alexander Tetap Berjalan
 12 Izin Kehutanan Masuk KPK dan Kejagung, Matahukum: Sekjen Kemenhut Tak Bisa Lepas Tangan
OTT Kampungan, Matahukum Tegaskan KPK Perlu Reformasi: Bongkar Saja Tak Cukup
Jangan Biarkan Kabel Wifi Menjadi Ancaman Adit Wahyudin Somasi IndiHome Terkait Kecelakaan Ibu
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 07:04 WIB

LBH PRABHU Lantik Pengurus Cabang Kota Tangerang Selatan, Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat

Jumat, 25 September 2026 - 08:58 WIB

Keterangan Ahli Tunjukkan Cacat Hukum, Perkara Gabriel Lumbantoruan Dinilai Melukai Keadilan

Jumat, 25 September 2026 - 08:41 WIB

Tim Tabur Kejati Banten Berhasil Tangkap DPO Penipuan di Tegal ​

Jumat, 25 September 2026 - 08:00 WIB

Sinergi Lintas Lembaga Terjalin Indah, Komisi III DPR RI Pantau Langsung Kinerja Kejati Banten

Kamis, 24 September 2026 - 20:23 WIB

Jangan Sembunyi di Balik Sakit, Kejati Sumut Pastikan Eksekusi Alexander Tetap Berjalan

Berita Terbaru