PIJAR 98: Teror Kepala Babi Operasi False Flag untuk Jatuhkan Prabowo

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 25 Maret 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Sulaiman Haikal Ketua Pusat Informasi dan Jaringan Aksi Reformasi 1998 (PIJAR 98).

i

Keterangan Foto: Sulaiman Haikal Ketua Pusat Informasi dan Jaringan Aksi Reformasi 1998 (PIJAR 98).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Situasi politik Indonesia akhir-akhir ini memanas sehubungan dengan pembahasan dan pengesahan RUU TNI. Dimotori oleh beberapa organisasi masyarakat sipil melakukan penolakan terhadap RUU TNI, situasi kemudian bergulir dengan aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa tempat.

 

Dalam situasi panas tersebut, ada peristiwa yang menghentak publik yaitu teror kepada majalah Tempo. Teror diawali dengan pengiriman kepala babi yang sudah terpotong telinganya, berlanjut dengan pengiriman bangkai tikus tak berkepala.

 

Dalam rilis kepada media, aktivis reformasi 1998 Sulaiman Haikal menilai teror terhadap majalah Tempo tidak mungkin terjadi dengan mudah dan dilakukan secara amatiran. Teror kepada majalah Tempo pasti dilakukan oleh suatu kelompok profesional dengan bayaran tinggi, mengingat resiko yang juga tinggi ketika melakukan teror terhadap media sekelas grup Tempo.

 

“Perbuatan teror ini pastinya didorong oleh tindakan nekad yang luar biasa. Kenekadan semacam ini bisa muncul ketika sebuah entitas yang selama ini menikmati berbagai previlage mulai terancam eksistensinya akibat koreksi yang dilakukan pemerintah” tegas Sulaiman Haikal Ketua Pusat Informasi dan Jaringan Aksi Reformasi 1998 (PIJAR 98).

 

Haikal menjelaskan, tindakan tegas pemerintah itu bisa ditelusuri ke belakang yaitu pemberantasan korupsi dan kartel migas yang selama ini menikmat keuntungan kotor dan merugikan negara melalui praktek mark up, dan merugikan rakyat melalui pengoplosan minyak. Besar kerugian yang diderita negara dan rakyat Indonesia ditengarai hingga ratusan bahkan tembus seribu trilyun rupiah.

 

“Nah, mereka dengan kekuatan finansialnya melakukan pembalasan kepada pemerintahan Prabowo melalui tindakan-tindakan subversif berupa operasi false flag teror kepada majalah Tempo. Operasi ini bertujuan ingin membuat kesan di masyarakat seakan-akan teror itu dilakukan oleh pemerintah, lebih spesifik Pak Prabowo. Seolah pemerintahan Prabowo anti kritik dan berwatak militeristik” analisa Haikal.

 

Target teror pun dipilih majalah Tempo yang selama ini kritis kepada pemerintah. “Dan jangan lupa, majalah Tempo juga sering menurunkan laporan investigasi mengenai praktek kartel oligarki minyak ini. Jadi operasi teror ini membidik dua target sekaligus, majalah Tempo dan Prabowo yang sudah merugikan bisnis kotor mereka”.

 

Tujuan dari operasi teror ini tentu saja ingin menjatuhkan citra pemerintahan Prabowo. Dalam situasi demo-demo mahasiswa yang marak akhir-akhir ini, tindakan teror kepala babi ini mendompleng situasi, seolah menyiram bensin agar tercipta eskalasi di luar kendali hingga bisa menjatuhkan pemerintahan Prabowo, tutup Haikal.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal
Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras
Jalin Hubungan Baik ke Depan Warga Desa Nifasi, PT Kristalin Ekalestari Ajak Forum Diskusi
HANI 2026, BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Gerakan Ananda Bersinar
Survei Litbang Kompas Tunjukkan Tren Positif, DPR Minta Polri Pertahankan Kepercayaan Masyarakat
CBA Sebut Trenggono Punya Modal Terbesar Gantikan Zulhas di PAN, Singgung Harta Rp2,97 Triliun
Soal Demo Bayaran, BaraNusa Desak KSP Dudung Buka Data Pendana Aksi Dukung MBG
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 14:20 WIB

Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:23 WIB

Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:25 WIB

Jalin Hubungan Baik ke Depan Warga Desa Nifasi, PT Kristalin Ekalestari Ajak Forum Diskusi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:54 WIB

HANI 2026, BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Gerakan Ananda Bersinar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:44 WIB

Survei Litbang Kompas Tunjukkan Tren Positif, DPR Minta Polri Pertahankan Kepercayaan Masyarakat

Berita Terbaru