Terasmedia.co Tapanuli Selatan – Ratusan warga, tokoh pemuda, hingga puluhan anak sekolah dasar menggelar aksi unjuk rasa di Mosa Palang, Sabtu (9/8). Mereka menuntut pemerintah membatalkan izin operasional PT PLS yang disebut akan kembali beroperasi di wilayah yang telah lama dihuni warga.
Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai spanduk berisi penolakan. Mereka meminta perhatian Presiden RI Prabowo Subianto, menteri terkait, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, dan Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu.
“Kami khawatir dengan masa depan anak-anak kami. Jika lahan kebun orang tua mereka diambil, bagaimana mereka bisa melanjutkan sekolah,” ujar salah satu orator dalam orasinya.
Aksi ini juga ramai diperbincangkan di media sosial. Akun Facebook Laia Eriaman mengunggah video yang memperlihatkan ratusan warga dan anak-anak ikut serta dalam demonstrasi. Sementara itu, akun Juwita Seiman menulis, “Masyarakat Mosa Palang bersatu teguh menolak PT PLS.”
Menurut warga, Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) PT PLS telah berakhir sejak 14 Februari 2022. Namun, perusahaan yang bergerak di sektor pengelolaan hasil hutan itu disebut akan kembali beroperasi, sehingga memicu penolakan keras.
Kepala Desa Gunung Baringin, Iran Soleh Harahap, belum memberikan keterangan resmi terkait aksi ini. Anggota DPRD Tapanuli Selatan Dapil IV dari Partai PPP, Baginda Pulungan, juga belum menyampaikan tanggapan atas protes warga.



