TERASMEDIA.CO LEBAK – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) wilayah Banten tengah melakukan Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Utama D.I Kewenangan Daerah di Provinsi Banten (Paket II) di kabupaten Lebak dan Pandeglang
Diketahui terdapat 12 titik pekerjaan irigasi yang di kerjakan oleh penyedia jasa PT. NINDYA KARYA (Persero) dengan nilai anggaran mencapai 144 Miliar dari APBN tahun anggaran 2025
Namun, patut disayangkan penyedia jasa PT. NINDYA KARYA yang notabene adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) justru banyak mendapatkan sorotan tajam, karena banyak kejanggapan dalam pelaksanaan pekerjaannya, salah satunya dari kelompok gerakan mahasiswa
Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) Provinsi Banten mendatangi kantor Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di jalan Pattimura, Jakarta selatan pada Rabu, 19/11/2025 untuk melakukan audensi
Saat di konfirmasi awak media, Gayuh Proatna, selaku koordinator GAMMA, mengatakan, kedatangan GAMMA ke kantor kementerian PU untuk melayangkan surat permohonan audiensi pada Direktur Jenderal SDA kementerian PU, setelah menganggap kurang responsif nya BWSC3 danPT. NINDYA KARYAPT. NINDYA KARYA dalam menerima permohonan audiensi dari gerakan mahasiswa GAMMA
“Sebelumnya kami sudah melayangkan permohonan audiensi ke BWSC3 wilayah Banten dan pihak perusahaan, namun tidak di responsif, jadi kami langsung ke kementerian PU, surat nya sudah diterima bagian penerimaan surat Ditjen SDA.” Terang Gayuh pada wartawan
Lanjut Gayuh, menegaskan jika GAMMA tidak segan untuk langsung menggelar aksi demonstrasi di kementerian PU Ditjen SDA jika Kementerian tidak menerima audiensi
” Kami tidak sungkan untuk langsung menggelar aksi masa demonstrasi di kantor Ditjen SDA Kementerian PU jika permohonan audiensi menyoal paket Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Utama D.I Kewenangan Daerah di Provinsi Banten (Paket II) yang dikerjakan PT. NINDYA KARYA tidak mendapat respon.”Pungkas Gayuh Priatna


