Pecah! GAMMA Kepung Dinas PUPR Lebak, Soroti Dugaan Monopoli

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 30 Desember 2025 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Gerakan Aksi Moral Mahasiswa, Selasa (30/12/2025).

i

Keterangan foto: Gerakan Aksi Moral Mahasiswa, Selasa (30/12/2025).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) menggelar aksi demonstrasi di Kabupaten Lebak dengan menyoroti dugaan praktik monopoli dalam proyek pengadaan barang dan jasa di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak, pada Selasa (30/12/2025).

Dugaan praktik tersebut dinilai berdampak langsung pada buruknya kualitas pekerjaan infrastruktur yang dibiayai APBD Tahun Anggaran 2025.

Koordinator Aksi GAMMA, Abdul Hasyim, menegaskan bahwa pihaknya menemukan indikasi kuat adanya pengkondisian paket-paket proyek yang diduga dikuasai oleh kelompok tertentu dan mengarah pada lingkaran elit kekuasaan daerah.

Menurutnya, Hal itu tercermin dari minimnya persaingan usaha yang sehat dalam proses Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), baik melalui mekanisme tender maupun e-purchasing, yang patut diduga telah diarahkan sejak awal.

“Ini bukan lagi soal lemahnya pengawasan atau kesalahan teknis semata. Kami menduga kuat telah terjadi praktik kongkalikong yang sistematis dan terstruktur. Akibatnya, kualitas pekerjaan infrastruktur PUPR Lebak menjadi sangat buruk, cepat rusak, dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis,” tegas Hasyim dalam orasinya.

GAMMA menyebutkan, hasil temuan lapangan menunjukkan sejumlah proyek infrastruktur yang baru selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan, volume pekerjaan diduga tidak sesuai kontrak, serta mutu material yang patut dipertanyakan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah, sehingga tidak dapat dipandang sebagai kelalaian administratif belaka, melainkan mengarah pada dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Dalam rilis sikapnya, GAMMA menilai dugaan tersebut berpotensi melanggar sejumlah peraturan perundang-undangan, antara lain:

-UU Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

-UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat

-Perpres Nomor 16 Tahun 2018 jo. Perpres Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

-UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

GAMMA menegaskan, jika pengelolaan APBD Kabupaten Lebak terus dikuasai oleh oligarki lokal dan dinasti kekuasaan, maka demokrasi, transparansi, dan penegakan hukum di daerah akan semakin tergerus. Pada akhirnya, masyarakat Lebak menjadi pihak yang paling dirugikan akibat infrastruktur yang tidak berkualitas.

Melalui aksi ini, GAMMA mendesak aparat penegak hukum dan lembaga pengawas untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh proyek Dinas PUPR Lebak, mengusut tuntas dugaan monopoli dan KKN, serta menegakkan hukum secara adil dan transparan tanpa pandang bulu.

GAMMA juga menegaskan akan melayangkan surat pemberitahuan aksi lanjutan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak, mengingat sejumlah paket pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi justru mendapatkan pendampingan dari Kejari Lebak.

“Kami pastikan aksi tidak berhenti di sini. Selanjutnya kami akan mendatangi Kejari Lebak. Mereka juga harus bertanggung jawab secara moral dan institusional, karena proyek-proyek yang kami duga kuat terindikasi monopoli dan tidak sesuai spesifikasi justru berada dalam pendampingan Kejari,” pungkas Hasyim.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru