Obat Pahit Rosan Disambut Baik, Projo Banten: Waktunya Bersihkan BUMN

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Gedung Danantara

i

Keterangan foto : Gedung Danantara

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Langkah tegas CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, yang melarang keras praktik financial engineering atau pemolesan laporan keuangan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendapat sambutan positif.

Ketua Projo Provinsi Banten, Zulhamedi Syamsi, menilai kebijakan tersebut sebagai “obat pahit” yang sangat mendesak untuk mengobati penyakit menahun yang selama ini menjangkit perusahaan pelat merah, yakni fenomena “Laba Kertas”.

“Langkah Pak Rosan ini sangat tepat. Ini adalah obat yang memang dibutuhkan untuk membersihkan praktik kotor yang selama ini terjadi,” ujar Zulhamedi kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).

*Stop Manipulasi: Laba Tinggi tapi Kas Kosong*

Zulhamedi menyoroti kritik tajam Rosan mengenai realita banyak BUMN yang terlihat gemilang di atas kertas dengan laba fantastis, namun nyatanya mengalami kesulitan likuiditas atau cash flow yang seret.

Menurutnya, kondisi ini seringkali ditutupi oleh direksi melalui praktik window dressing demi menjaga citra dan performa semu di mata pemegang saham.

“Kritik soal laba tinggi tapi arus kas kosong itu sangat telak. Selama ini banyak yang memoles data agar terlihat kinclong, padahal secara fundamental perusahaan sedang megap-megap. Ini harus diakhiri,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kehadiran Danantara harus menjadi titik balik untuk menghentikan total budaya manipulasi laporan keuangan yang tidak sehat tersebut.

*Nasionalisme Bukan Sekadar Lencana*

Dalam pandangannya, Zulhamedi juga mengaitkan kebijakan ini dengan semangat nasionalisme yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa cinta tanah air bagi pemimpin BUMN tidak boleh hanya sebatas simbol atau lencana di dada, melainkan harus dibuktikan dengan kejujuran.

“Nasionalisme berarti menjaga aset rakyat dengan benar. Memoles laporan keuangan untuk menutupi inefisiensi bukan hanya salah secara akuntansi, tapi itu bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik,” tandasnya.

Ia mendukung penuh prinsip zero tolerance yang diusung Rosan. Bagi Projo Banten, integritas adalah harga mati jika Danantara ingin membawa BUMN naik kelas dan bersaing secara global.

*Butuh Sanksi Tegas, Bukan Sekadar Gertakan*

Meskipun mengapresiasi arahan tersebut, Projo Banten mengingatkan bahwa pernyataan keras saja tidak cukup. Diperlukan tindakan nyata berupa pengawasan super ketat dan mekanisme sanksi yang jelas.

Ada dua langkah konkret yang disarankan:

1. Audit Mendalam: Danantara perlu meninjau ulang metode akuntansi di BUMN strategis untuk memastikan tidak ada “bom waktu” yang tersembunyi.

2. Sanksi Berat: Bagi direksi yang terbukti melakukan kecurangan, harus langsung masuk blacklist dan diproses hukum jika merugikan negara.

“Publik menunggu bukti, jangan sampai ini hanya gertakan di awal. Jika ada yang tidak sejalan dengan semangat kejujuran dan nilai-nilai Merah Putih, memang silakan keluar. Seperti kata Pak Rosan, kita butuh orang-orang yang bersih dan berintegritas,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Cegah Rekening Ganda, Marwan Jafar Minta Program 200 Juta Rekening Gratis Prioritaskan Warga Unbanked
Hadapi Kemarau, Arif Rahman Bantu Warga Baduy dengan Sembako dan 14 RTLH
Sekjen Projo Tegaskan: Tak Pernah Deklarasi Poros Solo dan Koalisi Pilpres 2029
Pramuka SMPN 192 Jakarta dan SMP Perguruan Rakyat 1 Gelar Perkemahan Gabungan di Raynia Camp Bogor
Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Dewan Pendidikan Papua Tengah: Kunker Gubernur ke Dogiyai Bukti Keberpihakan pada Pendidikan
Hukum Laut Masih Minim Dipahami, Kabid Hankam PPBN Dorong Edukasi Publik
Dr. Rieke Diah Pitaloka: Reforma Agraria Tak Boleh Jadi Obat Sementara
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:51 WIB

Cegah Rekening Ganda, Marwan Jafar Minta Program 200 Juta Rekening Gratis Prioritaskan Warga Unbanked

Rabu, 9 September 2026 - 12:30 WIB

Hadapi Kemarau, Arif Rahman Bantu Warga Baduy dengan Sembako dan 14 RTLH

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Sekjen Projo Tegaskan: Tak Pernah Deklarasi Poros Solo dan Koalisi Pilpres 2029

Selasa, 8 September 2026 - 15:34 WIB

Pramuka SMPN 192 Jakarta dan SMP Perguruan Rakyat 1 Gelar Perkemahan Gabungan di Raynia Camp Bogor

Selasa, 8 September 2026 - 12:36 WIB

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara

Berita Terbaru

Dr. Imam Sofian, S.H., M.H.,

Hukum dan Kriminal

Tim Hukum: Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029 Tidak Memenuhi Unsur Makar

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:43 WIB