Eks Kabais Nilai Kasus Air Keras Andrie Yunus Bukan Operasi Intelijen

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co – Eks Kabais TNI, Soleman B Ponto, menilai penyiraman air keras yang dilakukan empat terdakwa anggota TNI bukan bagian dari operasi intelijen. Dia mengatakan hal tersebut sebagai kenakalan.

Hal itu disampaikan Soleman Ponto saat menjadi saksi ahli hukum militer yang dihadirkan oleh penasihat hukum terdakwa di Pengadilan Militer II-08, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026).

Penasihat hukum terdakwa mulanya bertanya apakah aksi yang dilakukan anggota TNI itu termasuk operasi intelijen.

“Menurut ahli, apa yang dilakukan oleh Terdakwa, apakah itu masuk kategori operasi intelijen atau itu bukan operasi intelijen? Yang selama ini yang sudah saksi ketahui dan lihat,” ujar penasihat hukum dalam sidang.

Ponto menyebut tindakan pelaku tak masuk operasi intelijen. Ia menilai hal tersebut sebagai kenakalan.

“Jadi kalau dilihat ini, itu sama sekali tidak masuk operasi intelijen. Kalau saya sebagai Kabais saat itu, atau sekarang misalkan saya atasannya, melihat itu kenakalan. Kita akan melihat itu kenakalan,” kata Ponto.

“Itulah kenakalan orang-orang yang terpilih, terdidik, terlatih. Ketika dia menemukan sesuatu pemicu, nah kita sambung tadi apa yang disampaikan ahli II, kita tidak tahu di dalam hatinya ini ada apa yang sedang bergejolak. Tetapi ketika menemukan pemicu, maka muncullah ide-ide kenakalan seperti ini,” tambahnya.

Ia menyebut operasi intelijen tak akan meninggalkan jejak. Ponto mengatakan, jika termasuk operasi intelijen, kasus penyerangan air keras ini tak akan muncul di publik.

“Saya waktu itu tidak tahu kalau ada hubungan dengan Andrie, sama sekali tidak tahu. Tapi begitu lihat, wah ini anak-anak ini kenapa jadi nakal begini. Itu satu. Nah, terus kedua, kalau kita lihat lagi dalam perjalanan selama ini yang dilihat selalu ingin mengkaitkan bahwa ini pasti ada operasi intelijen. Tidak mungkin,” ujar Ponto.

“Dan saya jelaskan di sidang ini. Kalau operasi intelijen itu betul-betul seperti saya sampaikan tadi dijalankan, makanya Andrie itu menguap kalau tidak menyublim. Itu,” tambahnya.

Ia menyebut tim operasi intelijen mengharuskan adanya pelatihan selama enam bulan. Dikatakan tujuan dari operasi intelijen juga berkaitan dengan negara.

“Karena bagi kita operasi intelijen itu, tadi saya ulangi lagi, tidak meninggalkan jejak. Itu dilatih, orang-orangnya dipilih, dilatih. Enam bulan sekali kita latihan itu. Karena apa? Tujuannya strategis negara. Tadi sudah ditulis, tujuannya strategis untuk negara,” ungkapnya.

Ia menyinggung soal keterlibatan perwira hingga bintara terkait kasus penyerangan Andrie Yunus ini. Ponto mengatakan terdakwa tak melihat risiko jangka panjang dan meninggalkan jejak dalam perbuatannya.

“Buktinya apa? Dia tidak lihat risiko. Orang nakal kan tidak lihat risiko. Ah, itu buktinya. Tidak lihat risiko. Tapi kalau itu memang dirancang, ya kita tidak akan ada di sidang ini. Tidak ada jejak itu. Begitu,” imbuhnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Bukan Hanya Cibinong, Mangihut Sinaga Khawatir Praktik Serupa Menjalar ke Seluruh Lapas
Kabel Menjuntai Sebabkan Kecelakaan di Kampung Grojog, Ini Tanggapan TelkomGroup
Berita ini 17 kali dibaca
Eks Kabais Nilai Kasus Air Keras Andrie Yunus Bukan Operasi Intelijen

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Senin, 28 September 2026 - 03:50 WIB

Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif

Minggu, 27 September 2026 - 06:11 WIB

Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB