Kornas Jokowi Desak Presiden Copot Kominfo dan Dirjen Aptika

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 9 September 2022 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Terkait bocornya data nomor ponsel sebanyak 1,3 Miliar dan khususnya 325 juta di Indonesia diduga kuat berhasil diretas oleh hacker yang belum diketahui siapa pelakunya. Perihal tersebut memancing loyalis Presiden Jokowi angkat bicara.

Menurut Sekretaris Jenderal Kornas-Jokowi, Akhrom Saleh kebocoran data tersebut memperlihatkan lemahnya proteksi (perlindungan) data pribadi oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi terhadap data pelanggan dalam negri.

Untuk itu pihaknya meminta Kementerian Komunikasi dan Informasi agar memperkuat pertahanan internalnya dengan merekrut orang-orang yang kompeten dibidangnya. “Banyak anak negri ahli IT (programer) yang jago-jago yang enggak kalah dengan SDM luar negri,” ujar Sekjen Kornas-Jokowi, Akhrom Saleh, Jumat (9/9/2022).

Baca juga : Azka Aufary Ramli : Indonesia butuh Wakil Rakyat yang Cekatan

Selain itu ia juga menilai bahwa Menteri dan jajaran khususnya Dirjen Aptika Kemenkominfo masih lemah dalam menentukan _road map_ seperti apa pertahanan dan perlindungan data pribadi penduduk Indonesia ke depannya.

“Ya.. Kalau kominfo masih lemah di bawah komando Menteri Kominfo Jhoni G Plate dan secara teknisnyanya Dirjen Aptika, Samuel Abrijani Pangarepan yang enggak punya _road map_ ke depannya untuk antisipasi bobol data pribadi dari peretas, sebaiknya mereka berdua mundur. Jadi enggak ada lagi saling lempar masalah dengan institusi lain,” papar mantan aktivis mahasiswa ini.

Lanjutnya, meski hal ini kelihatan sepele dan tak terlihat secara fisik, namun kata Akhrom bocornya data pribadi sangat berbahaya bagi keberlangsungan hidup seseorang. Sebab kata dia, rentan untuk disalahgunakan, apalagi digunakan untuk perbuatan pidana.

“Memang keliatan sepele dan enggak kelihatan secara fisiknya, tapi ini bahaya bagi kehidupan kita, apalagi data-data yang bocor rentan disalahgunakan. Dan, kalau data itu disalahgunakan untuk perbuatan pidana, siapa yang bertanggungjawab? Mau Kemenkominfo bertanggungjawab?” tegas Akhrom.

Oleh karena itu Akhrom menegaskan lagi agar Menteri Komominfo dan para jajaran di bawahnya untuk segera dapat menyelesaikan persoalan bocornya data pribadi penduduk Indonesia.

“Kalau enggak mampu kami tegaskan sebaiknya mundur secara terhormat. Karena ini bukan masalah kecil, ini masalah besar yang sedang dihadapi negara dan bangsa saat ini. Jadi, kalau enggak kami yang meminta kepada Presiden Jokowi untuk mencopot kedua pejabat ini. Lebih baik mereka berdua di copot daripada bangsa ini terancam lebih parah ke depannya,” imbuhnya.

“Soalnya aneh aja kalau seorang Menteri dan Dirjennya meminta _hacker_ untuk tidak menyerang. Harusnya mereka sudah paham cara antisipasinya bagaimana menangkal agar bisa melindungi data dari peretasan. Kalau _hacker_ kan enggak bisa kita prediksi kapan dia menyerang dan mencuri data,” tutup Akhrom. (Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal
Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras
Jalin Hubungan Baik ke Depan Warga Desa Nifasi, PT Kristalin Ekalestari Ajak Forum Diskusi
HANI 2026, BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Gerakan Ananda Bersinar
Survei Litbang Kompas Tunjukkan Tren Positif, DPR Minta Polri Pertahankan Kepercayaan Masyarakat
CBA Sebut Trenggono Punya Modal Terbesar Gantikan Zulhas di PAN, Singgung Harta Rp2,97 Triliun
Soal Demo Bayaran, BaraNusa Desak KSP Dudung Buka Data Pendana Aksi Dukung MBG
Gedung Diklat Kemenhut di Bogor Dipakai PSI, MataHukum: Melanggar Aturan Aset Negara
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:50 WIB

Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:23 WIB

Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:25 WIB

Jalin Hubungan Baik ke Depan Warga Desa Nifasi, PT Kristalin Ekalestari Ajak Forum Diskusi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:54 WIB

HANI 2026, BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Gerakan Ananda Bersinar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:44 WIB

Survei Litbang Kompas Tunjukkan Tren Positif, DPR Minta Polri Pertahankan Kepercayaan Masyarakat

Berita Terbaru