Warga Tanjungsari Maja Keluhkan Aliran Listrik dari PLN Lemah Penerangan

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

i

Ilustrasi

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Malam di Desa Tanjungsari, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, bukanlah malam yang semestinya terang benderang. Warga justru harus berkutat dengan cahaya lampu seadanya. Suplai daya listrik dari PLN yang lemah membuat penerangan tak pernah benar-benar maksimal. Bagi masyarakat, kondisi ini bukan sekadar soal terang atau gelap, melainkan sudah mengganggu kehidupan sehari-hari.

Keluhan warga yang terus menerus disuarakan tak lebih dari bisikan di tengah angin malam. Hingga kini, tak ada tindak nyata. Padahal, listrik adalah urat nadi kehidupan. Bayangkan, di saat masyarakat menggelar acara tahlilan, lampu yang redup membuat suasana semakin muram. Seperti dialami Sri Mulyanti, warga setempat, yang merasa kecewa karena listrik yang lemah membuat acara doa bersama jadi tidak khidmat.

“Lampunya nggak kuat, jadi redup sekali. Padahal ini acara tahlilan, seharusnya bisa terang. Kalau begini terus, mau sampai kapan masyarakat dibiarkan?” keluh Sri Mulyanti.

Kondisi ini bukan hanya merugikan masyarakat saat malam hari, tetapi juga mematikan geliat ekonomi desa. Di Tanjungsari terdapat banyak industri rumahan, mulai dari konveksi hingga usaha mesin jahit. Semua membutuhkan suplai listrik stabil agar bisa berproduksi. Namun kenyataannya, keterbatasan daya membuat mesin-mesin berhenti, usaha tersendat, dan pendapatan rakyat kecil semakin tercekik.

Apakah PLN menutup mata terhadap penderitaan rakyat kecil? Sampai kapan masyarakat dibiarkan terjebak dalam kegelapan, sementara janji pelayanan energi yang merata terus digembar-gemborkan?

Masyarakat Desa Tanjungsari menunggu jawaban nyata. PLN harus segera bertindak, bukan hanya memberi janji. Sebab listrik bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar rakyat yang wajib dipenuhi oleh negara.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Terkubur 16 Tahun, Dibongkar Sekarang: Kejati Sulbar Diminta Usut Dugaan Korupsi di Balik HGU PT Letawa
PPK Diduga Langgar KAK dan Aturan LKPP, Kadisdik Bekasi Enggan Menjelaskan
Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan
PB PII Apresiasi Penguatan Peran Imam Masjid dalam Diplomasi Keagamaan
Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan
Rakyat Susah, Fasilitas Pejabat Mewah: Golf dan Rumah Miliaran Komisioner OJK Dipersoalkan
Merawat Bumi, Menjaga Jagat: Tradisi Kerapan Sapi Betina Tetap Hidup
Pelaku Penganiayaan Berat terhadap Anak di Bawah Umur Ditangkap Tim Gabungan Polresta Sorong
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Terkubur 16 Tahun, Dibongkar Sekarang: Kejati Sulbar Diminta Usut Dugaan Korupsi di Balik HGU PT Letawa

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:53 WIB

PPK Diduga Langgar KAK dan Aturan LKPP, Kadisdik Bekasi Enggan Menjelaskan

Jumat, 25 September 2026 - 08:53 WIB

Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan

Kamis, 24 September 2026 - 18:38 WIB

PB PII Apresiasi Penguatan Peran Imam Masjid dalam Diplomasi Keagamaan

Jumat, 18 September 2026 - 13:37 WIB

Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan

Berita Terbaru