Hardiknas Tokoh Lintas Agama Kumpul di Makam Ki Hajar Dewantara, Begini Pentingnya

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 2 Mei 2023 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Para siswa dan siswi SMP sedang berfoto di depan kelas, Selasa (2/5/2023)

i

Keterangan foto : Para siswa dan siswi SMP sedang berfoto di depan kelas, Selasa (2/5/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Para tokoh lintas agama yang tergabung dalam Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan akan mengelar tasyakkuran Hari Pendidikan Nasional Ke-134 dan peluncuran Program Bimbingan dan Pelatihan (Binlat) Pendidikan Cinta Tanah Air Indonesia dengan metode Rasa Wawasan, acara digelar di makam Ki Hajar Dewantara Taman Wijaya Brata berlokasi di Jalan Soga Nomor 25 Celeban, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta. Selasa, 02 Mei 2023 mendatang.

Peluncuran progam ini ditandai dengan deklarasi dan pernyataan sikap bahwa Organisai kebangsaan yang sudah memiliki cabang di sebagian besar propinsi di Indonesia ini siap memberikan pelayanan pendidikan cinta tanah air Indonesia secara suka rela diseluruh di wilayah Indonesia.

Sekjen DPP Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia mengatakan bahwa PCTA Indonesia adalah organisasi non politik dan tidak berafiliasi dengan partai politik.

“Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia ini Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan didirikan oleh tokoh lintas agama. Organisasi lintas kebangsaan, lintas suku, lintas agama. Ada rohaniawan dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu dan Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Murni bergerak untuk perdamaian bukan hanya Indonesia tapi Indonosia Raya, imam perdamaian dunia. Untuk itu para rohaniawan ini tidak ada sangkut paut dengan politik dan tidak berafiliasi partai politik manapun. Kami hadir membawa cinta dan kedamaian untuk semuanya. Termasuk hawa politik 2024 akan dingin, damai kalau semuanya dipenuhi rasa cinta tanah air Indonesia, karena spirit cinta itu ajaib, saling mengasihi, saling menghargai meskipun beda pilihan,” tegas Sekjen DPP PCTA Indonesia Ismu Syamsuddin.

Tasyakkuran Hardiknas yang digelar di makam Ki Hajar Dewantara ini rencananya menghadirkan pejabat pemerintah, organisasi masyarakat dan pihak keluarga Ki Hajar Dewantara.

“Acaranya Doa bersama lintas agama, santunan anak yatim dan lounching program cinta tanah air. Kami juga mengundang perwakilan pejabat pemerintah, lembaga yang lain yang senafas juga pihak keluarga Ki Hajar Dewantara, Insya Alloh perwakilan lembaga Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno, Kampung Pancasila, Rumah Kebangsaan dan Relawan Cinta Tanah Air Indonesia juga akan hadir. Dan pihak keluarga Ki Hajar Dewantara dari Taman Siswa juga hadir,” ujar Sukirman Ketua Panitia.

Sementara menyinggung soal peluncuran Program Binlat Pendidikan Cinta Tanah Air Indonesia Ketua Departeman Pendidikan PCTA Indonesia menilai ini adalah hal baru yang amat dibutuhkan, terlebih menyongsong pemilu 2024 mendatang.

“Ada sebuah ungkapan yang sangat popular didunia yakni “seandainya tidak ada cinta tanah air robohlah negara itu”. Mengapa saya katakan sangat popular, ungkapan sudah ada sejak ribuan tahu lalu, tokoh besar yang mengungkapkan adalah Sayyina Umar RA. Namun ungkapan ini lama terpendam dan baru muncul lagi setelah diungkapkan oleh sang Pemrakarsa Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia, Bapak Kyai Muchtar Mu’thi” kata Kushartono.

Menurutnya, jika masa depan bangsa dan Negara Republiik Indonesia ada di tangan generasi bangsa, sementara nasib generasi bangsa ditentukan oleh pendidikanya. “Bisa dibayangkan bagaimana jika putra-putri kita sebagai generasi bangsa jiwanya tidak terisi dengan pendidikan cinta Tanah Air Indonesia. Maka tinggal menunggu bisa robohkan Negara Kesatuan Repblik Indonesia yang kita cintai ini,” tandas Kus.

Ia mengatakan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022/2023 mencatat jumlah lembaga sekolah di Indonesia seluruhnya ada 399.376 unit sekolah mulai TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Namun dari semua lembaga itu belum ada yang mengajarkan mata pelajaran pendidikan cinta tanah air Indonesia.

“Sejauh yang kami ketahui belum ada. Memang ada pelajaran sejarah, pelajaran wawasan nusantara, wawasan kebangsaan, tapi belum ada pendidikan cinta tanah air. Sebab menurut kami wawasan dan cinta itu agak berbeda. Kalau wawasan ada didalam pikiran tapi kalau cinta ada di hati. Disinilah perbedannya. Untuk itu dua-duanya harus kita jalankan,” ujar Kushartono

Masih menurut Pria yang pernah mendapatkan penghargaan Kapolri terkait pendidikan Pancasila dan cinta tanah air Indonesia ini, dia mengatakan metode rasa wawasan karsa adalah hal baru yang dapat melengkapi dunia pendidikan.

“Insya Alloh ini adalah hal baru dalam dunia pendidikan. Dulu sebenarnya sudah pada era Ki Hajar Dewantara dengan istikah trisakti tiga hal utama (sakti) yaitu cipta atau pikiran), rasa hati) dan karsa, kemauan. Jadi ini kita munculkan kembali. Makanya kita luncurkan tepat pada tasyakkuran hari lahir Ki Hajar Dewantara dan di makam beliau dengan harapan bisa bisa benar-benar bercahaya mewarnai Program Merdeka Belajar yang diusung pemerintah,” urainya.

Meski demikian metode ini sudah cukup teruji dan berhasil sehingga organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia ini pernah mendapatkan penghargga Kapolri atas suksesya melaksanakan Binlat Karekter bangsa pendidikan Pancasila dan cinta tanah air Indonesia untuk Bintara Polri.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ini Baru Inovasi ! Hidroponik Pakcoy  Program Life Skill SMPN 3 Leuwidamar Mampu di Lirik Dapur SPPG
Ini Jawaban Dinas Pendidikan Terkait Ruang Kelas SMPN 1 Cileles Yang Menjadi Sarang Kelelawar
Demi Memperkuat Karakter dan Pengetahuan Alam Bagi Peserta Didik  SKH Negeri 01 Lebak Gelar Kemah Pramuka Persera
Siswa Kelas 5 SDN Cisitu Jadi Pemimpin Upacara, Moh Khiar Hamizan: Momen yang Membanggakan Orang Tua
Progres Revitalisasi SMPN 6 Malingping Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung 120 Hari
SMAN 2 Maja Bersolek, Revitalisasi Fasilitas Pendidikan Tembus 65 Persen
Prestisius: Siswa dan Pelatih SMPN 3 Rangkasbitung Sabet Jura 2 Turnamen Futsal Kapolres Cup 2026
Revitalisasi SMAN 1 Kalanganyar Berjalan Sesuai Target, Bangun RKB hingga Rehabilitasi Perpustakaan dan Musala
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:08 WIB

Ini Baru Inovasi ! Hidroponik Pakcoy  Program Life Skill SMPN 3 Leuwidamar Mampu di Lirik Dapur SPPG

Rabu, 23 September 2026 - 16:17 WIB

Ini Jawaban Dinas Pendidikan Terkait Ruang Kelas SMPN 1 Cileles Yang Menjadi Sarang Kelelawar

Selasa, 1 September 2026 - 13:02 WIB

Demi Memperkuat Karakter dan Pengetahuan Alam Bagi Peserta Didik  SKH Negeri 01 Lebak Gelar Kemah Pramuka Persera

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Siswa Kelas 5 SDN Cisitu Jadi Pemimpin Upacara, Moh Khiar Hamizan: Momen yang Membanggakan Orang Tua

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Progres Revitalisasi SMPN 6 Malingping Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung 120 Hari

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB