TERASMEDIA.CO LEBAK – Pada tahun 20026 ini Pemerintah Indonesia sangat fokus dan gencar melakukan perbaikan sarana pendidikan dari mulai PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA sederajat, baik Negeri maupun Swasta, untuk terus meningkatkan mutu dan kualitas bangunan sekolah di seluruh Indonesia, baik menggunakan Anggaran APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional ) maupun anggaran APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) baik Kabupaten maupun Provinsi.

Seperti salah satunya SDN 1 Cipadang Kecamatan Cileles Kabupaten Lebak Banten, yang mendapatkan kucuran dana rehabilitasi sebesar Rp 765.212.349.00, untuk rehabilitasi Enam ruang kelas dan Satu unit WC, yang bersumber dari APBN Tahun 2026, melalui Kementrian Pendidikan RI. Namun sangat disayangkan dalam pelaksanaan rehabilitasi tersebut diduga asal jadi,

Hasil pantau awak media di lokasi pada 26/10/2026 pembangunan tersebut terdapat berbagai kejanggalan, seperti rehabilitasi WC yang tidak menggunakan tulangan besi tiang dan turap, padahal posisi WC tersebut berada di kemiringan lebih kurang 35 derajat dan lahan sempit
Dan hasil pantauan awak media, rehabilitasi ruang kelas terdapat retakan tembus dari dalam hingga luar bangunan yang terjadi di setip sudut pertemuan pasangan bata,
Saat awak media berusaha mengonfirmasi apakah hal tersebut sudah sesuai dengan Rencana Acuan Kerja (RAK) dari Kementrian dan konsultan atau tidak, Kepala Sekolah melalui sambungan Whatsapp dirinya tidak merespon,. Namun saat awak media menghubungi Enap, selaku Ketua pelaksana atau P2SP dirinya mengatakan pekerjaan saat ini sedang di Off dahulu karena kekurangan anggaran
“Siap pak untuk pembangunan sementra di pending dulu pak, karena kita terbentur d anggaran dan kurang lebih 10 hari untuk yang kerja d of dulu pak,”terangnya
Lebih lanjut, ia menjelaskan, “Untuk ruang kelas dan penataan nya bahkan untuk wc juga d of karena sekolah kehabisan anggaran pak.Untk wc memang itu bukan RKB /baru pak yang tadi nya hanya rehab aja melihat fisik yang tidak layak atau di mungkinkan ada resiko roboh kalo kita rehab akhir nya saya konfirmasi ke konsultan bahwa wc harus d nol kan dan kita angkat lagi bikin pondasi dan pake tulangan besi pak /selup dan balok intel dan sebagian pake bata baru pak,”Bebernya
Dan untik ruang kelas juga belum kita apa2in pak terkait yang retak atau yang ropos yang lain nya karena kita baru beres openingan dan pasang atap sama plapon dan sebagian keramik ada yang sudah trpasang karena sekolah kehabisan anggaran maka untuk semntara kita stop dulu pekerjaan nya, memang masih banyak untuk pekerjaan nya pak, tapi kita kepentok sama anggaran dan nanti nya akan kita terusin setelah di pengajuan akhir di 30% nya.”Pungkasnya
Sampai berita ini di terbitkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait, baik konsultan maupun pihak Menentrian Pendidikan











