PPDB SMP Bogor Bermasalah, Begini Kata Teh Camel

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 18 Juli 2023 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Menurut Teh Camel, zonasi adalah salah satu upaya pemerintah dalam meratakan infrastruktur pendidikan di Indonesia, Selasa (18/7/2023)

i

Keterangan foto : Menurut Teh Camel, zonasi adalah salah satu upaya pemerintah dalam meratakan infrastruktur pendidikan di Indonesia, Selasa (18/7/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Bogor – Dalam pendaftaran peserta didik baru (PPDB) Kota Bogor tahun 2023 ditemukan indikasi kecurangan atau pendaftaran tidak sesuai aturan. Temuan ini diungkap oleh Tim Khusus Verifikasi PPDB Kota Bogor. Hal ini juga memperlihatkan bahwa infrastruktur pendidikan belum siap dan merata.

Meski sudah ditindak lanjuti Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Bogor bersama pihak kepolisan, hal ini tetap menarik atensi banyak pihak yang menyayangkan kecurangan tersebut.

Salah satunya adalah Camellia Panduwinata atau yang lebih dikenal dengan Teh Camel. Teh Camel sangat menyayangkan hal ini. Menurut Teh Camel, zonasi adalah salah satu upaya pemerintah dalam meratakan infrastruktur pendidikan di Indonesia, namun Teh Camel juga menilai sebenarnya masyarakat belum siap dan masih terdoktrin sistem yang lama.

“Ya agak miris sih. Soalnya sebenernya kan itu buat meratakan kualitas pendidikan. Biar ada penyetaraan dan gaada kesenjangan. Tapi mungkin memang dari masyarakat juga masih mikir kalo sekolah A unggul, sekolah B ngga, jadi memaksakan gitu cari cara untuk masuk ke sekolah yang dianggap unggul. Ya orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anaknya lah. Tapi juga harus dengan cara yang benar,” ungkap Teh Camel.

Beberapa sekolah yang bermasalah saat verifikasi jalur zonasi, yaitu SMPN 1 sebanyak 32 persen, SMPN 2 ada 9 persen, SMPN 3 ada 1 persen, SMPN 4 ada 15 persen, dan SMPN 5 ada 14 persen. Sejumlah nama pendaftar yang terbukti tidak ditemukan dan terdaftar sesuai domisili, maka nama tersebut akan langsung dikeluarkan dari daftar PPDB dan bisa mendaftar ke sekolah swasta.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Miliki Jiwa Leadership Yang Mumpuni : Dini Hipdiani Kembali Dipercaya Pimpin SMK PGRI Rangkasbitung Priode 2026 – 2030
KPK Acungi Jempol SPMB Banten, Praktik “Titip Bangku” Berhasil Ditekan
Sebut Rumah Sebagai Sekolah Pertama, Ini Pesan Sekkel Pakuhaji di Acara Kelulusan SDN 5
Yayasan Al Amanah Gelar Pelepasan Siswa, Tekankan Pentingnya Pendidikan Berkelanjutan
Ini Pesan Kepsek SMK PGRI Rangkasbitung Buat 166 Peserta Didik yang Lulus di Tahun Ajaran 2025 – 2026
SMPN 2 Rangkasbitung Kirim Delapan Atlit Siswa Terbaik Ikuti POPDA Provinsi Banten Tahun 2026 : Ini Pesen Kepseknya
Ini Enam Pesan Kepala SMKN 2 Rangkasbitung bagi 452 Peserta Didik yang Lulus Tahun 2026
Siswa SMAN 2 Maja Borong Dua Emas dan Satu Perunggu di Ajang O2SN Kabupaten Lebak 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 12:13 WIB

Miliki Jiwa Leadership Yang Mumpuni : Dini Hipdiani Kembali Dipercaya Pimpin SMK PGRI Rangkasbitung Priode 2026 – 2030

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:31 WIB

KPK Acungi Jempol SPMB Banten, Praktik “Titip Bangku” Berhasil Ditekan

Senin, 22 Juni 2026 - 21:19 WIB

Sebut Rumah Sebagai Sekolah Pertama, Ini Pesan Sekkel Pakuhaji di Acara Kelulusan SDN 5

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:39 WIB

Yayasan Al Amanah Gelar Pelepasan Siswa, Tekankan Pentingnya Pendidikan Berkelanjutan

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:26 WIB

Ini Pesan Kepsek SMK PGRI Rangkasbitung Buat 166 Peserta Didik yang Lulus di Tahun Ajaran 2025 – 2026

Berita Terbaru

Sekjen Matahukum Mukshin Nasir

Hukum dan Kriminal

Kasus BTS 27 M, KPK Panggil Dito Kasus Haji, Matahukum: Jangan Lolos Lagi

Rabu, 1 Jul 2026 - 17:23 WIB