Perkuat Peran Ulama di Pendidikan dan Politik, Ulama Said Aqil: “Kaya Itu Wajib, Miskin Itu Berdosa!”

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 11 April 2025 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, sore kemarin, Kamis (10/4), menyambangi Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi, Majalengka.

i

Keterangan Foto : Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, sore kemarin, Kamis (10/4), menyambangi Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi, Majalengka.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia Majalengka – Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, sore kemarin, Kamis (10/4), menyambangi Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi, Majalengka. Kunjungan mantan Ketua Umum PBNU itu untuk menghadiri Halaqoh Ulama yang diinisiasi oleh tokoh muda Nahdlatul Ulama Dr. KH Maman Imanulhaq yang juga anggota DPR RI Fraksi PKB.

Buya Said, begitu biasa Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj disapa, pada kesempatan tersebut menegaskan urgensi peran ulama dalam membangun umat di era kontemporer. Menurutnya, tantangan bangsa yang begitu kompleks membutuhkan peran ulama yang multifungsi, tidak hanya sebagai juru dakwah saja, namun juga mampu terlibat dalam penyelesaian problematik bangsa di sektor lain seperti ekonomi dan politik.

Yang tak kalah penting lagi, kata Buya Said, umat Islam harus mampu bersaing dalam bidang ekonomi, bahkan umat Islam harus melahirkan banyak konglomerat yang mengusai perekonomian nasional.

“Di zaman seperti sekarang ini, pintar saja tidak cukup. Kita juga harus kaya raya,” ucap Buya Said yang disambut riuh para ulama yang hadir.

Dengan menyebut satu persatu nama ulama besar lengkap dengan sanad keilmuannya, Buya Said menekankan bahwa tantangan zaman saat ini tidak cukup dihadapi hanya dengan kecerdasan.

Sambil tersenyum, beliau melanjutkan dengan pernyataan provokatif namun mengandung pesan mendalam, “Kaya itu wajib, miskin itu berdosa.” Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Menurut Buya Said, umat saat ini sangat membutuhkan kehadiran para ulama dan pemimpin yang tidak hanya kuat secara spiritual dan intelektual, tetapi juga mandiri secara ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Buya Said pun menitipkan dua pesan penting kepada para ulama dan aktivis dakwah.
Pertama, ulama tidak boleh hanya berhenti di majelis taklim semata. Sudah saatnya peran mereka diperluas hingga ke ruang-ruang kebijakan yang strategis. Dan yang kedua, pendidikan dan politik harus menjadi medan baru perjuangan ulama dalam mengawal kemaslahatan umat.

“Lewat dua pintu inilah, kiprah keulamaan bisa memberi warna nyata dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan kebangsaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Mizan Majalengka KH Maman Imanulhaq pada kesempatan tersebut menyampaikan urgensi pelaksanaan halaqoh ulama yang digelar di pondok pesantrennya. Menurutnya halaqah ini menjadi momentum reflektif sekaligus ajakan terbuka bagi para ulama dan tokoh masyarakat untuk naik kelas, dari sekadar pendakwah menjadi pengarah kebijakan; dari hanya memberi nasihat menjadi pelaku perubahan nyata.

Hadir pula Ketua Fatayat NU Majalengka Hj Upik Rofiqoh, KH Abdul Rasyid, serta perwakilan dari Kanwil Kemenag Jawa Barat yakni Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf, H. Jajang Apipudin, M.Ag, Ketua Tim Seksi Kemitraan Bidang Penais Zawa Dr. Hj. Yayah Fijriyah, M.Pd, serta Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Majalengka H. Sopyan firdaus, SH.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Siswa Kelas 5 SDN Cisitu Jadi Pemimpin Upacara, Moh Khiar Hamizan: Momen yang Membanggakan Orang Tua
Progres Revitalisasi SMPN 6 Malingping Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung 120 Hari
SMAN 2 Maja Bersolek, Revitalisasi Fasilitas Pendidikan Tembus 65 Persen
Prestisius: Siswa dan Pelatih SMPN 3 Rangkasbitung Sabet Jura 2 Turnamen Futsal Kapolres Cup 2026
Revitalisasi SMAN 1 Kalanganyar Berjalan Sesuai Target, Bangun RKB hingga Rehabilitasi Perpustakaan dan Musala
SMK/SMA PGRI Rangkasbitung Perkuat Pendidikan Vokasi, Siapkan Lulusan Berakhlak dan Siap Bersaing di Dunia Kerja
Buruan Daftar Segera : SPMB SMK PGRI Rangkasbitung Bakal di Tutup Pada 8 Juli 2026
Miliki Jiwa Leadership Yang Mumpuni : Dini Hipdiani Kembali Dipercaya Pimpin SMK PGRI Rangkasbitung Priode 2026 – 2030
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Siswa Kelas 5 SDN Cisitu Jadi Pemimpin Upacara, Moh Khiar Hamizan: Momen yang Membanggakan Orang Tua

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Progres Revitalisasi SMPN 6 Malingping Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung 120 Hari

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:40 WIB

SMAN 2 Maja Bersolek, Revitalisasi Fasilitas Pendidikan Tembus 65 Persen

Senin, 27 Juli 2026 - 21:11 WIB

Prestisius: Siswa dan Pelatih SMPN 3 Rangkasbitung Sabet Jura 2 Turnamen Futsal Kapolres Cup 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:20 WIB

Revitalisasi SMAN 1 Kalanganyar Berjalan Sesuai Target, Bangun RKB hingga Rehabilitasi Perpustakaan dan Musala

Berita Terbaru