Terasmedia.co Lebak – Sebanyak 268 siswa kelas IX di SMPN 5 Rangkasbitung melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai bagian dari kebijakan baru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait perubahan sistem evaluasi pendidikan.
Sebagaimana diketahui, Ujian Nasional (UN) yang sebelumnya menjadi standar kelulusan kini telah digantikan oleh TKA. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara lebih komprehensif.
Pelaksanaan TKA di SMPN 5 Rangkasbitung dibagi menjadi tiga gelombang, dengan masing-masing gelombang terdiri dari empat sesi.
Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, 6–9 April 2026. Seluruh proses diawasi oleh pengawas, teknisi, dan proktor guna memastikan pelaksanaan berjalan lancar sesuai prosedur.
Kepala SMPN 5 Rangkasbitung, Uus, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa TKA merupakan asesmen pengganti UN yang bertujuan mengukur kemampuan akademik siswa secara lebih menyeluruh.
“TKA ini juga dirancang untuk menguji kemampuan berpikir kritis serta pemahaman konsep dalam berbagai mata pelajaran, mencakup kemampuan verbal, numerik, logika, serta pemahaman visual atau spasial,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Ia menambahkan, TKA menekankan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills), seperti analisis dan pemecahan masalah.
Hasil TKA nantinya akan digunakan sebagai salah satu komponen dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), serta menjadi indikator dalam seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi.
Lebih lanjut, Uus menjelaskan bahwa TKA untuk jenjang SMP mulai diterapkan sejak Maret 2026 dan diselenggarakan oleh pemerintah provinsi. Materi yang diujikan merupakan kombinasi standar pusat dan daerah, dengan mata pelajaran yang diujikan meliputi Matematika dan Bahasa Indonesia.
“Pelaksanaannya dibagi menjadi tiga gelombang, diawali dengan mata pelajaran Matematika, kemudian dilanjutkan dengan Bahasa Indonesia,” pungkasnya.
Penulis : Welly












