Masjid Kuno Tertua di Banten Banyak Dikunjungi Pengunjung

Teras Media

- Penulis

Sabtu, 23 Juli 2022 - 02:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Saat ditemui tagar di lokasi, salah seorang penjaga Masjid Baitul Asryi Busro 69 tahun membenarkan bahwa tak ada yang mengetahui persis kapan bangunan tua tersebut berdiri. Bahkan sejak dirinya lahir bangunan itu sudah ada sejak lama. Menurut Busro di Pasir Angin sendiri tak ada satu orang pun yang bisa menjelaskan kapan bangunan ini berdirinya. “Saya lahir tahun1949 Masjid ini sudah ada, belum ada yang bisa jelasin sampai sekarang.”ucap pria berpeci tersebut.

Dikatakan Busro Masjid yang ada sekarang, dari cerita orang tua dulu, katanya peninggalan dari Syeh Karan yang Makam keramatnya berada di Paku Aji. Beliau merupakan orang pertama yang ada di Gunung Karang. Tak hanya itu, Syeh Karan juga salah satu ulama besar pada masa kesultanan, Kabarnya Masjid ini tertua di Banten. Bisa dilihat dari bangunan-bangunan kuno yang ada di sini.

“Syeh Karan itu, leluhur di sini, jadi warga di Gunung Karang mengetahuinya beliau salah satu tokoh yang menggerakan masyarakat Banten untuk melawan Belanda.”tutur Busro sambil menujuk ke arah Kampung Paku Aji.

Busro menjelaskan seandainya ingin mengetahui kapan pasti Masjid Kuno tersebut dibangun, mungkin bisa menanyakan pada ulama-ulama sepuh di Banten. Dia mengakui bahwa ilmunya masih terbatas. “Para ulama di Banten, sering berkunjung setiap tahunnya, terkadang datang pada bulan tertentu seperti menjelang Ramadhan. Bahkan ada juga yang berasal dari luar daerah hanya untuk sekedar shalat dan berziarah.”terangnya.

Konon katanya, untuk pengambilan nama “Baitul Asryi” sendiri diambil dari bahasa Arab yang berarti tempat beribadah di puncak. Hal ini tentu sama dengan posisi yang terjadi pada Masjid Kuno di Kampung Pasir Angin. Dimana lokasinya terletak di puncak gunung diantara wilayah lain yang ada di Pandeglang. Dulu pas tahun 1945 pernah mengalami kejadian aneh, pada saat warga akan merehab bagian tiang dan papan-papan di dekat tempat duduk imam untuk diganti oleh kayu baru dari hutan. Entah ada kekuatan apa, tiba-tiba besi linggis untuk mencungkil papan tersebut tumpul bahkan patah tak bisa digunakan. Dari peristiwa tersebut, warga meyakini bahwa Masjid itu merupakan keramat dan harus dilestarikan keberadaanya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Syahla Ayu Siap Debut Lewat Single Perdana Kurang Ngena
SMAN 1 PANDEGLANG IKUT SERTA DALAM KEGIATAN AOPGI(Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia)
Kawah Putih Ciwidey, Destinasi Wisata yang Wajib Diabadikan Melalui Media Sosial
Sembilan Wisata Religi Banyak Dikunjungi Penziarah di Banten
Puisi ‘Meditasi Batu’ Karya Pulo Lasman Simanjuntak Cocok Untuk Lirik Lagu, Tipografinya Sederhana dan Rapi
Warga Majene Desak Ketua Pengadilan Tinggi TUN Makassar Awasi Perkara Bungadia
Ketum BBP Geram : Minta APH Tanggap Jika Ada Dugaan Pungutan PTSL di Kabupaten Lebak di Luar SK Menteri
Waduh : Baru Pengajuan Pra Pembuatan Sertifikat PTSL Desa Binong di Duga Panitia Sudah Pungut Biaya 250 Ribu
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:46 WIB

Syahla Ayu Siap Debut Lewat Single Perdana Kurang Ngena

Minggu, 19 April 2026 - 19:52 WIB

SMAN 1 PANDEGLANG IKUT SERTA DALAM KEGIATAN AOPGI(Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia)

Jumat, 22 Agustus 2025 - 21:43 WIB

Kawah Putih Ciwidey, Destinasi Wisata yang Wajib Diabadikan Melalui Media Sosial

Jumat, 11 April 2025 - 21:19 WIB

Sembilan Wisata Religi Banyak Dikunjungi Penziarah di Banten

Sabtu, 1 Maret 2025 - 09:00 WIB

Puisi ‘Meditasi Batu’ Karya Pulo Lasman Simanjuntak Cocok Untuk Lirik Lagu, Tipografinya Sederhana dan Rapi

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

BNN Amankan 10 WNI Positif Narkoba Usai Pulang dari Thailand

Minggu, 14 Jun 2026 - 20:10 WIB

PKB Jabar Fest sekaligus pengukuhan DPAC PKB se-Jawa Barat yang digelar di Youth Centre Arcamanik, Bandung, Minggu (15/6).

Nasional

Gus Muhaimin: PKB Harus Hadir Bukan Hanya Saat Pemilu

Minggu, 14 Jun 2026 - 19:39 WIB