Terasmedia.co JAKARTA – Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, kembali menjadi sorotan tajam publik usai momen Rapat Dengan Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI pada Rabu, 1 April 2026 viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, Widiyanti terlihat jelas kesulitan dan kebingungan saat menjelaskan rincian laporan anggaran kementeriannya senilai Rp1,46 triliun.
Direktur Eksekutif Political Public and Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai penampilan menteri tersebut sangat memprihatinkan. Menurutnya, Widiyanti dinilai sama sekali tidak menguasai materi yang dipaparkan, bahkan data dan angka yang disajikan terlihat tidak sinkron dan penuh ketidaksesuaian.
“Ini bukan soal salah hitung kecil, tapi soal fundamental. Seorang menteri harus paham betul setiap angka dan kebijakan yang ia bawa ke parlemen. Faktanya, Ibu Menteri terlihat gelagapan, ragu-ragu, bahkan harus sering menoleh ke staf hanya untuk menjawab pertanyaan dasar,” ujar Jerry Massie, Senin (13/4/2026).
Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Daulay, menemukan banyak kejanggalan, terutama pada pos anggaran tugas pembantuan dan program pemasaran. Angka-angka yang disajikan dinilai tidak konsisten, tidak eksak, dan berpotensi menimbulkan salah tafsir dalam pengawasan anggaran negara. Saleh bahkan menegaskan keras bahwa data tidak boleh hanya berupa perkiraan “sekitar” atau “kira-kira”.
Jerry menekankan, kondisi ini menunjukkan ketidaksiapan dan kurangnya profesionalisme dalam memimpin kementerian strategis yang mengelola anggaran besar.
“Bagaimana mungkin kita percayakan pengelolaan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi, jika pemimpinnya tidak paham bahkan data anggarannya sendiri? Data yang berantakan bisa berakibat fatal pada penyaluran dana yang tidak tepat sasaran dan pemborosan negara,” tegasnya.
Melihat kondisi tersebut, Jerry Massie mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah tegas. Ia menyarankan agar posisi Widiyanti Putri Wardhana sebagai Menteri Pariwisata dicopot dari jabatannya.
“Sudah waktunya dilakukan perombakan. Kita butuh pemimpin yang kompeten, paham teknis, dan siap bekerja keras. Jika tidak mampu menguasai materi dasar seperti anggaran, maka sudah sepatutnya memberi jalan kepada yang lebih mampu. Rakyat tidak bisa menunggu,” pungkas Jerry Massie.












