Kasus Ekspor CPO: DPR Minta Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pencucian Uang

Avatar photo

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 00:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Anggota Komisi IV DPR RI Arif Rahman, Sabtu (6/2/2026)

i

Keterangan foto : Anggota Komisi IV DPR RI Arif Rahman, Sabtu (6/2/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Arif Rahman, mendesak pemerintah dan seluruh aparat penegak hukum untuk tidak main-main dalam menangani dugaan kasus manipulasi laporan ekspor minyak kelapa sawit atau CPO. Ia menilai, perusahaan-perusahaan yang terindikasi melakukan pelanggaran aturan ini telah merugikan keuangan negara secara masif, sehingga wajib diseret ke meja hijau dan diadili.

Menurut politisi Fraksi NasDem ini, kementerian serta lembaga berwenang memiliki tanggung jawab besar untuk menelusuri dan menuntaskan kasus yang menyeret nama-nama raksasa industri sawit tanah air. Beberapa perusahaan besar yang masuk dalam daftar sorotan tersebut antara lain Wilmar International, Musim Mas Group, PT Salim Ivomas Pratama Tbk, Sinar Mas Group (SMART), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Asian Agri, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, hingga PT Sampoerna Agro Tbk.

“Tindakan tegas lewat jalur hukum adalah satu-satunya jalan, bukan sekadar memungut denda. Mereka harus diproses secara pidana hingga akar-akarnya. Praktik ini jelas merupakan rekayasa sistem penjualan lewat laporan yang dimanipulasi, dan dampaknya langsung merugikan pendapatan negara,” tegas Arif Rahman saat ditemui awak media di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Arif menyoroti modus operandi yang digunakan para pelaku, yakni praktik transfer pricing atau penetapan harga antar pihak berelasi. Skemanya diduga dilakukan melalui perusahaan perantara (trading) yang berbasis di Singapura, dengan tujuan utama menghindari kewajiban pajak di Indonesia. Karena itu, ia menegaskan sanksi administratif berupa denda semata dianggap tidak cukup memberikan efek jera.

“Konsekuensi hukumnya harus berlanjut ke ranah pidana, meski mereka sudah membayar denda. Kasus ini harus diproses menggunakan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), yang bermula dari kejahatan asal seperti korupsi, suap, hingga rekayasa pajak yang semuanya berujung pada kerugian kas negara,” ujarnya dengan tegas.

Ia kembali menekankan pentingnya ketegasan sikap pemerintah. Arif mendorong agar inspeksi dan pemeriksaan mendalam segera dilakukan terhadap seluruh perusahaan eksportir sawit yang terlibat dalam jaringan ini.

“Pemerintah harus berani dan tegas. Panggil, periksa, dan telusuri alur transaksi seluruh perusahaan sawit yang terindikasi terlibat dalam praktik kotor ini,” desaknya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga telah membuka suara mengenai temuan ini. Ia membenarkan adanya indikasi kuat bahwa sejumlah eksportir besar CPO telah memanipulasi nilai harga ekspor. Data dan bukti dugaan pelanggaran ini, kata Purbaya, sebenarnya sudah dikantongi pemerintah sejak tiga bulan terakhir.

“Data lengkapnya sudah kami miliki sejak tiga bulan lalu. Kami sedang mencari langkah terbaik, namun satu hal yang pasti: kami tidak akan mematikan usaha mereka. Akan tetapi, mereka wajib melunasi seluruh kewajiban yang kurang dibayar sesuai hasil pemeriksaan nanti,” ungkap Purbaya di Kemenko Perekonomian, Jakarta.

Purbaya menjelaskan lebih rinci mengenai modus yang terjadi. Para eksportir diketahui menjual CPO dengan harga yang dicatat sangat rendah ke perusahaan afiliasi di Singapura. Setelah itu, barang yang sama dijual kembali ke pasar utama seperti Amerika Serikat dengan harga selisih yang sangat mencolok, bahkan bisa mencapai 50 persen lebih tinggi. Selisih keuntungan inilah yang mengalir keluar dan luput dari pajak di Indonesia.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tidak Benar Rutan Bareskrim Jadi Sarang Narkoba, Polri: Semua Tahanan Tes Negatif
Pajak Marketplace Ditunda, Komisi XI Desak Pemerintah Matangkan Kebijakan
Bulog KC Lebak Luncurkan Bantuan Pangan Alokasi Juli, Agustus dan September Sekaligus
Jangan Jadikan Agama Alat Promosi, Pemuda Kota RI Siap Konsolidasi Jika Penanganan Lamban
PWNU Jateng Buka Jalan Kerja Sama Indonesia-Jepang, AsCare hingga Konsultan Hajime Sepakat Bersinergi
Listrik Padam Seharian di Cadasari, Warga Kritik Keras PLN: “Kami Dirugikan, Kenapa Tidak Ada Pemberitahuan?”
Teuku Rahmatsyah Hadir Bawa Harapan Baru bagi Kejaksaan Aceh
Irwan Adriansyah Laporkan Dugaan Penipuan Rp226,3 Juta ke Polda Metro Jaya, Dijanjikan Jadi Tenaga Ahli BP TASKIN
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Tidak Benar Rutan Bareskrim Jadi Sarang Narkoba, Polri: Semua Tahanan Tes Negatif

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Pajak Marketplace Ditunda, Komisi XI Desak Pemerintah Matangkan Kebijakan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Bulog KC Lebak Luncurkan Bantuan Pangan Alokasi Juli, Agustus dan September Sekaligus

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Jangan Jadikan Agama Alat Promosi, Pemuda Kota RI Siap Konsolidasi Jika Penanganan Lamban

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:14 WIB

PWNU Jateng Buka Jalan Kerja Sama Indonesia-Jepang, AsCare hingga Konsultan Hajime Sepakat Bersinergi

Berita Terbaru