Peringati Hari Lahir Pancasila, Firman Soebagyo Soroti Kesenjangan Ekonomi hingga Polarisasi Identitas

Avatar photo

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, Selasa (12/5/2026)

i

Keterangan foto : Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, Selasa (12/5/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, Magna sebagai gerakan moral anak bangsa menggelar kegiatan bertema “Bangkit dari Akar, Tumbuh untuk Semua”.

Acara tersebut dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, pelajar, serta warga lintas suku dan agama sebagai wujud semangat kebersamaan dalam menjaga persatuan bangsa.

Wakil Ketua Fraksi Golkar MPR sekaligus senior Partai Golkar, Firman Soebagyo menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial.

“Peringatan 1 Juni bukan seremoni. Ini pengingat keras bahwa Pancasila adalah fondasi rumah besar bernama Indonesia. Kalau fondasinya retak, atapnya pasti bocor,” ujar Firman saat menanggapi pertanyaan awak media terkait peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).

Menurut Firman, terdapat tiga tantangan nyata yang membuat nilai-nilai Pancasila masih terasa jauh dari kehidupan sebagian masyarakat.
Pertama, kesenjangan ekonomi. Ia menilai sila kelima tentang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia belum sepenuhnya dirasakan oleh petani, nelayan, pelaku UMKM, maupun para guru yang masih menghadapi berbagai hambatan dan regulasi yang memberatkan.
Kedua, polarisasi identitas.

Firman menyebut sila ketiga tentang Persatuan Indonesia saat ini menghadapi ujian berat akibat perkembangan teknologi, penyebaran hoaks, serta maraknya politik identitas di media sosial.

Ketiga, lemahnya keteladanan. Menurutnya, penerapan sila kedua tentang Kemanusiaan yang Adil dan Beradab harus dimulai dari para pejabat, elite pemerintahan, dan tokoh masyarakat.
Sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila, Magna meluncurkan tiga program konkret. Program pertama bertajuk “Satu Desa Satu Pancasila”, yakni diskusi rutin di desa dan kelurahan untuk membedah berbagai persoalan lokal melalui pendekatan nilai-nilai Pancasila, sekaligus memperkuat sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan penyerapan aspirasi masyarakat.
Program kedua adalah “Koperasi Merah Putih” yang bertujuan mendorong penguatan ekonomi berbasis gotong royong agar nilai keadilan sosial dapat diwujudkan secara nyata di tengah masyarakat.

Sementara program ketiga, “Sumpah Digital Beradab”, merupakan gerakan literasi digital untuk menolak ujaran kebencian dan memperkuat nilai kemanusiaan serta persatuan di ruang digital.

“Kami tidak minta Pancasila dihafal. Kami minta Pancasila dihidupi, dijiwai, dan dirasakan. Dari warung, sawah, pabrik, sampai kantor pemerintah. Kalau negara hadir untuk rakyat kecil, Pancasila akan hidup dengan sendirinya,” tegas Firman.

Anggota MPR RI yang aktif melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR RI hingga ke berbagai desa tersebut juga menekankan pentingnya pembudayaan Pancasila sejak usia dini melalui pendidikan formal.

Ia mengusulkan agar pembacaan Pancasila dilakukan secara rutin di sekolah-sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, disertai menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Menurutnya, budaya serupa juga dapat diterapkan di lingkungan pemerintahan mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga pemerintah pusat.

“Dengan cara itu, ideologi Pancasila akan lebih mudah dipahami, dijiwai, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Firman.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tarian Bogor Istimewa Tampil di Istana Negara Dalam Acara Kawal Istana
Tiang Telepon di Batur Jaya Dipertanyakan, Rohim Desak APH Investigasi Program dan Perizinannya
Didampingi Camel Petir, Anggota DPR RI Tommy Kurniawan Ikut Berbagi Bersama Tim PJBW di Raden Saleh Jakarta Pusat
DPD GMPK DKI Bagikan 10.000 Masker dan 700 Nasi Kotak
Jerry Massie: Hukum Tak Boleh Tunduk pada Siapapun, Jokowi Wajib Hadir di Persidangan
KOSMAK Lapor Dugaan Korupsi Porang Sidrap Rp26 Miliar ke Kortas Tipidkor Polri
Cegah Rekening Ganda, Marwan Jafar Minta Program 200 Juta Rekening Gratis Prioritaskan Warga Unbanked
Hadapi Kemarau, Arif Rahman Bantu Warga Baduy dengan Sembako dan 14 RTLH
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 22:25 WIB

Tarian Bogor Istimewa Tampil di Istana Negara Dalam Acara Kawal Istana

Sabtu, 12 September 2026 - 15:19 WIB

Tiang Telepon di Batur Jaya Dipertanyakan, Rohim Desak APH Investigasi Program dan Perizinannya

Sabtu, 12 September 2026 - 08:37 WIB

Didampingi Camel Petir, Anggota DPR RI Tommy Kurniawan Ikut Berbagi Bersama Tim PJBW di Raden Saleh Jakarta Pusat

Jumat, 11 September 2026 - 21:24 WIB

Jerry Massie: Hukum Tak Boleh Tunduk pada Siapapun, Jokowi Wajib Hadir di Persidangan

Jumat, 11 September 2026 - 13:46 WIB

KOSMAK Lapor Dugaan Korupsi Porang Sidrap Rp26 Miliar ke Kortas Tipidkor Polri

Berita Terbaru