Tim Advokasi Peduli Kesehatan Warga Jakarta: MBG Tambah Masalah, Patut Dievaluasi

Tim Advokasi Peduli Kesehatan Warga Jakarta: MBG Tambah Masalah, Patut Dievaluasi I Teras Media
Foto: Johan, Tim Advokasi Peduli Kesehatan Warga Jakarta.
Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Sebuah mobil operasional pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak kerumunan siswa yang sedang berkumpul di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis 11 Desember 2025. Akibatnya, terdapat puluhan siswa yang mengalami luka-luka.

Menanggapi insiden tersebut, Johan, Salahsatu perwakilan Tim Advokasi Peduli Kesehatan Warga Jakarta menyampaikan keprihatinan dan menyoroti ide Program Makan Bergizi Gratis yang di Gagas oleh Pemerintah.

“Sebetulnya  Program itu, baik hanya saja harus ditangani dengan tepat, jika menimbulkan masalah tentu harus di evaluasi kemudian tindakan koreksinya seperti apa? Apa tidak ada pengawasan dalam metode pengantarannya sehingga pengemudi pengganti yang membawa mobil tersebut?” kata Johan Kepada Media, Jum’at (12/12/2025).

Bacaan Lainnya

“Kami sangat prihatin ada mobil pengangkut MBG yang menabrak pagar sekolah di Jakarta sehingga mengakibatkan anak-anak sekolah menjadi korban tabrak,” imbuhnya

Johan menuturkan, dalam pedoman umum sistem dan tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program Makan Bergizi Gratis, Januari 2025 disebutkan pengiriman makanan ke tempat pemberian MBG menggunakan kendaraan yang tertutup dan bersih (seperti mobil box dan mobil
tertutup atau moda transportasi lainnya).

Menurutnya, kendaraan perlu dibersihkan sebelum dan setelah pengangkutan. Petugas pengantaran harus mengikuti standar kebersihan, menggunakan masker, dan tidak merokok. (bagian 5.3.12 Distribusi dan Penyajian Makanan).

“Dalam Pedoman tersebut jelas tidak ada ketentuan persyaratan pengemudi yang mengemudi distribusi MBG, sehingga patut untuk dievaluasi pedoman tersebut untuk ditambahkan harus Pengemudi yang telah bersertifikasi Keselamatan Berkendara (Defensive Driving Training) agar tidak terjadi kejadian serupa,” ujar Johan

Johan meminta pemerintah dan pihak terkait bertanggung jawab serta segera memperbaiki sistem penyaluran MBG. Kemudian Ia berharap pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Keselamatan anak-anak dan guru di lingkungan sekolah adalah prioritas yang tidak dapat dinegosiasikan, sehingga insiden ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” pungkasnya.

Pos terkait