Dibalik Laksa yang Diserahkan: Tradisi Tak Boleh Hanya Jadi Simbol, Harus Dijaga Nyata-Nyata

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 26 April 2026 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Warga Baduy temui Gubernur saat Seba, Minggu (26/4/2026)

i

Keterangan foto : Warga Baduy temui Gubernur saat Seba, Minggu (26/4/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Serang — Jaro Warga menyerahkan laksa kepada Gubernur Banten, Andra Soni, yang disebut sebagai “Bapak Gede”, dalam puncak perayaan Seba Baduy 2026 di Gedung Negara Provinsi Banten, Serang dikutif dari http://Teropongistana.com , Sabtu (25/4/2026) malam.

Penyerahan laksa tersebut merupakan bagian dari prosesi sakral yang menandai amanat masyarakat adat Baduy kepada Pemerintah Provinsi Banten, sekaligus simbol rasa syukur atas hasil bumi.

Prosesi ini turut disaksikan perwakilan kedutaan besar dari berbagai negara serta ribuan masyarakat yang memadati kawasan Gedung Negara Provinsi Banten.

Laksa yang diserahkan merupakan hasil dari rangkaian panjang ritual adat masyarakat Baduy. Prosesnya diawali dengan Kawalu, yakni masa puasa adat selama tiga bulan yang dijalani sebagai laku spiritual sekaligus upaya menjaga keseimbangan alam.

Setelah Kawalu, masyarakat melaksanakan tahapan ngalaksa, yaitu proses pembuatan laksa secara gotong royong. Padi hasil panen yang telah disucikan dikumpulkan dari setiap keluarga, kemudian diolah menjadi tepung beras secara tradisional tanpa menggunakan peralatan modern.

Laksa Baduy memiliki bentuk khas, dibungkus menggunakan bahan alami dari daun patat dengan lapisan luar daun pinang. Hal ini mencerminkan kesederhanaan sekaligus kedekatan masyarakat Baduy dengan alam.

Gubernur Andra Soni menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Baduy dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai leluhur.

“Penyerahan laksa ini bukan sekadar seremoni, tetapi amanat yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus menjaga, melindungi, dan melestarikan adat istiadat masyarakat Baduy sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

“Nilai-nilai dalam tradisi ini mengajarkan keseimbangan antara manusia dan alam,” tambahnya.

Seba Baduy merupakan tradisi tahunan masyarakat adat sebagai bentuk silaturahmi sekaligus penyampaian pesan moral kepada pemerintah. Laksa yang diserahkan menjadi simbol rasa syukur, ketaatan, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tata Kelola Program MBG Dikritik, Siswa Tangsel Jadi Korban Relokasi Dapur
Belum Ada Keterangan Resmi Menteri, Abdi Rakyat dan CBA Bersama Desak Pemeriksaan Menyeluruh
Pengkhianatan Negara, Matahukum Desak DPR Panggil Direksi Pertamina dan Penegak Hukum Bertindak Tegas
Proses Berbelit, KITA Banten: Relokasi SDN Cijakan 2 Harus Dipercepat Demi Kelancaran Pendidikan
Laba Merosot, Acara Mewah Digelar, Abdi Rakyat Minta BPK Audit dan Kejagung Periksa Dirut Bank Jakarta
Salar Sampah Pedagang di Balong Rancalentah Dipersoalkan, Aktivis Soroti Legalitas dan Transparansi
Timnas Indonesia Akan Hadapi Oman di GBK pada FIFA Matchday Juni 2026
Jelang May Day, 8.475 Eks Pekerja Sritex Berharap Negara Ambil Alih dan Jadikan Perusahaan Ini BUMN Tekstil
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 13:16 WIB

Tata Kelola Program MBG Dikritik, Siswa Tangsel Jadi Korban Relokasi Dapur

Senin, 27 April 2026 - 12:23 WIB

Belum Ada Keterangan Resmi Menteri, Abdi Rakyat dan CBA Bersama Desak Pemeriksaan Menyeluruh

Senin, 27 April 2026 - 12:13 WIB

Pengkhianatan Negara, Matahukum Desak DPR Panggil Direksi Pertamina dan Penegak Hukum Bertindak Tegas

Senin, 27 April 2026 - 07:36 WIB

Laba Merosot, Acara Mewah Digelar, Abdi Rakyat Minta BPK Audit dan Kejagung Periksa Dirut Bank Jakarta

Senin, 27 April 2026 - 07:14 WIB

Salar Sampah Pedagang di Balong Rancalentah Dipersoalkan, Aktivis Soroti Legalitas dan Transparansi

Berita Terbaru