Saat Negara Mengetuk Pintu: Risiko Konflik dalam Penagihan Pajak Door to Door

Avatar photo

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar.

i

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar.

Ikuti kami di Google News

Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar menanggapi langkah Pemerintah Provinsi Banten menagih pajak kendaraan bermotor secara langsung ke rumah warga. Dia mengingatkan penagihan yang bersifat fisik dan masif tersebut harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak membuka ruang konflik baru antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami memahami beban fiskal daerah saat ini sedang berat. Namun, metode jemput bola dengan mendatangi rumah warga secara langsung harus dikelola dengan pendekatan humanis.

Jangan sampai kebijakan ini justru menjadi ajang konflik baru atau menimbulkan kesan intimidatif di masyarakat. Pemerintah daerah harus ingat bahwa mereka adalah pelayan masyarakat, bukan penagih utang yang menciptakan keresahan,” ujar Marwan, Senin (27/4/2026).

Dia menjelaskan pemangkasan dana transfer dari pusat memberikan tekanan fiskal bagi pemerintah daerah. Kendati demikian upaya untuk mengali sumber pendapatan baru termasuk dari pajak harus dilakukan secara hati-hati agar tidak memicu masalah dan keresahan baru di tengah masyarakat.

“Jangan sampai upaya mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru mencederai hubungan baik antara rakyat dan pemerintah,” katanya.

Marwan menyoroti beberapa poin krusial yang perlu diperhatikan pemerintah daerah dalam menjalankan strategi penagihan pajak door to door ini. Menurutnya pemerintah perlu mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Pegawai yang diterjunkan ke lapangan harus dibekali dengan etika komunikasi yang santun.

“Fokus utama kunjungan haruslah edukasi mengenai pentingnya pajak bagi pembangunan daerah, bukan sekadar menuntut pembayaran di tempat,” ujarnya.

Dia juga meminta agar Pemda menghitung dengan cermat antara biaya operasional (biaya perjalanan, waktu pegawai, dan logistik) dengan hasil perolehan pajak yang didapatkan.

“Jangan sampai biaya yang dikeluarkan untuk penagihan justru lebih besar daripada nilai pajak yang berhasil dikumpulkan,” tambahnya.

Alih-alih melakukan penagihan yang bernuansa tekanan, Marwan menyarankan Pemda lebih baik meluncurkan program-program insentif, seperti pemutihan denda pajak atau diskon bagi penunggak yang kooperatif.

Cara ini dinilai lebih efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat secara sukarela.

“Pajak adalah gotong royong untuk pembangunan. Jika masyarakat merasa tertekan dan tidak nyaman dengan cara penagihan pemerintah, maka semangat gotong royong itu akan hilang.

Kami di Komisi XI akan terus mengawasi agar kebijakan fiskal daerah tetap berpihak pada rakyat, tidak sekadar mengejar angka di atas kertas tanpa melihat realitas ekonomi masyarakat di bawah,” tutup Marwan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran
Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya
Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai
KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan
 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi
Kapolri Harus Buka Kembali Kasus Payment Gateway Denny Indrayana, Demi Pulihkan Nama Baik Polri
Dukung Prabowo untuk 2029, Pengamat: Golkar Dinilai Sengaja Jaga Ruang Manuver untuk Gibran
 Usai Pecah Rekor Nasional, BULOG Lebak‑Pandeglang Bersyukur dan Berbagi ke Anak Yatim
Berita ini 33 kali dibaca
Tag :
Saat Negara Mengetuk Pintu: Risiko Konflik dalam Penagihan Pajak Door to Door

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:47 WIB

KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:39 WIB

 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi

Berita Terbaru