Terasmedia.co Kota Sorong – Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan tenaga kerja di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sorong pada tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu diungkapkan Kepala BPVP Sorong, Hardiansyah, Senin (20/7/2026).
Hardiansyah mengatakan, penurunan jumlah peserta terjadi sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran.
“Tahun lalu jumlah peserta pelatihan mencapai lebih dari 3.000 orang. Karena efisiensi, tahun ini jumlahnya menjadi sekitar 2.183 peserta,” ujarnya.
Meski demikian, kata Hardiansyah, setiap peserta pelatihan tetap mendapatkan fasilitas berupa makan siang, seragam pelatihan, serta uang transport sebesar Rp20.000 per hari.
“Yang dilatih ini kan orang-orang yang sedang mencari kerja, jadi stimulan itu sifatnya membantu,” katanya.
Mantan Kepala BLKI Ternate itu menjelaskan, durasi pelatihan tetap mengacu pada Standar Nasional yang telah ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan. Lama pelatihan bervariasi, mulai dari 140 jam, 180 jam, hingga 260 jam, tergantung jenis kejuruan.
Sebagai contoh, pelatihan menjahit memiliki durasi sekitar 260 jam. Kegiatan belajar dimulai pukul 07.30 WIT dengan apel pagi, dilanjutkan pelatihan hingga sore hari dengan jeda istirahat makan siang.
“Jam belajar peserta tidak mengalami perubahan meskipun saat ini ada efisiensi, karena semuanya sudah ditetapkan dari pusat, dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan,” jelasnya.
Hardiansyah menambahkan, saat ini peserta yang sedang mengikuti pelatihan merupakan angkatan ketiga. Perekrutan peserta baru akan dilakukan apabila terdapat stimulus atau kuota dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Ia menjelaskan, setiap kali pembukaan pelatihan, BPVP Sorong membuka sekitar 22 kelas. Jika dalam satu tahun dilakukan empat kali perekrutan, jumlah peserta yang dilatih dapat mencapai sekitar 1.500 orang.
Selain menyelenggarakan pelatihan di lingkungan BPVP, pihaknya juga aktif memberikan pelatihan kepada masyarakat melalui kerja sama dengan berbagai mitra.
“Kami juga jemput bola memberikan pelatihan kepada masyarakat. Ada beberapa tempat yang bekerja sama dengan kami untuk mengadakan pelatihan bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Hardiansyah, pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin memulai usaha.
“Harapannya masyarakat bisa lebih mandiri. Jika sudah memiliki modal usaha, mereka bisa langsung menjalankannya. Untuk mendukung itu kami juga menggandeng FKLP dalam memberikan pelatihan sehingga ke depan para peserta dapat disalurkan ke pihak swasta,” pungkasnya.
Penulis : Jun
Editor : Redaksi












