Terasmedia.co Cianjur – Komunitas Rakyat Bisa Bicara Tiga (Kobra-3) bersama Koperasi Merah Putih, Desa Sukasari, Karangtengah, Kabupaten Cianjur gelar sarasehan bersama anggota dan masyarakat setempat. Dalam acara tersebut diisi dengan cek Kesehatan gratis, berdiskusi tentang manfaat koperasi dan menandatangani petisi sebagai saran kritik dari rakyat desa kepada pemerintah pusat.
“Kami menggelar acara sarasehan ini masih dalam memperingati bulan hari lahirnya koperasi di Indonesia. Dalam memperingati ini kami bersama Kobra-3 gelar cek Kesehatan gratis, bagi bagi minyak goreng 1 liter dan tanda tangan bersama warga dan para anggota koperasi sebagai bahan kritik dan saran untuk pemerintah pusat,” ujar Ketua Koperasi Merah Putih, Isman Muslim beberapa waktu yang lalu di Cianjur.
Selain itu Isman juga menyampaikan bahwa saat ini anggota koperasi yang ia pimpin sudah mencapai 500 orang, dan salahsatu anggotanya pemilik usaha tempe yang menyuplai ke SPPG (MBG) yang beroperasi di wilayah itu.
“Alhamdulilah anggota kami sekarang sudah 500 orang. Bahkan sekarang salahsatu anggota kami yang usahanya tempe sudah bisa suplai ke SPPG. Awalnya SPPG itu susah diakses kurang terbuka, tapi saya ‘door’ sampaikan dengan persuasif berdasarkan aturan-aturan yang ada sehingga pihak SPPG mau ngasih kesempatan ke anggota UMKM kami. Kalau enggak tegas bisa bisa kita gak dapat manfaat dengan hadirnya SPPG di wilayah kami. Jadi ini kan bisa jadi contoh bagi rekan-rekan ketua kopdes merah putih,” kata Isman.
Demikian ia mengutarakan juga bahwa pihaknya berharap kepada Kementerian Koperasi agar segera merealisasikan program yang baik ini, sehingga masyarakat segera dapat merasakan manfaatnya.
“Jangan sampai terlambat, warga sangat berharap koperasi merah putih yang saya pimpin ini agar segera dibuka. Kalau sekarang baru bangunan gerai aja yang ada. Cuma belum ada barang baranngnya. Warga sudah banyak yang protes. Artinya ini kan.. bentuk antusias warga dengan kehadiran koperasi. Mereka berharap bisa merasakan manfaatnya salahsatunya itu bisa pinjam modal untuk usaha,” tukasnya.
Selain itu di tempat yang sama, Eki menegaskan bahwa program makan bergizi gratis tetap dipertahankan, sebab sambung dia, dengan adanya program itu, usaha tempe miliknya mengalami kenaikan omset sekitar 70 persen. Bahkan kata pria ini, ia telah menambah karyawan sebanyak 3 orang.
“Saya berharap ke depan program MBG tetap dipertahankan, jangan sampe distop, karena jujur saya merasakan manfaat dari program itu. Awalnya usaha saya ini cuma saya yang kerja, sekarang saya rekrut 3 karyawan. Saya berani karena omset saya jadi naik sampe 70 persen gara-gara program MGB,” tutupnya.
Untuk diketahui, dalam acara tersebut juga anggota koperasi desa merah putih Desa Sukasari dan warga menandatangi petisi dispanduk yang telah disediakna panitia.












