Ketua Umum Gerak 08 Apresiasi Langkah Menteri Pertanian Bongkar Mafia Pangan di Cipinang

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 7 Juni 2025 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif (Gerak 08), Revitriyoso Husodo, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah tegas Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam membongkar dugaan praktik mafia pangan yang terjadi di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, 7 Juni 2025 .

Dalam pernyataannya, Revitriyoso menilai tindakan Menteri Amran sangat tepat dan diperlukan guna menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di Indonesia. Ia menyebut mafia pangan harus ditindak tegas karena telah lama memainkan harga dan melakukan penimbunan yang merugikan masyarakat luas.

“Saya mendukung penuh langkah Pak Menteri. Mafia pangan harus ditangkap dan tidak boleh lagi ada yang bermain-main dengan harga. Masih banyak pasar-pasar yang mengalami penimbunan beras — ini jelas permainan harga yang merugikan rakyat,” ujar Revitriyoso.

Lebih lanjut, Gerak 08 juga mendesak Satgas Pangan, TNI, dan Polri untuk segera melakukan penindakan cepat dan menyeluruh. Revitriyoso mempertanyakan mengapa aktivitas mafia pangan tidak terdeteksi sejak dini, dan menekankan pentingnya antisipasi dini oleh aparat agar tidak terjadi kepanikan dan keresahan di masyarakat.

“Kami minta Satgas Pangan bertindak tegas. TNI dan Polri harus segera turun tangan. Masa selama ini mafia-mafia itu tidak terdeteksi? Aparat harus bisa mencegah permainan harga dan penimbunan sejak awal, agar tidak menimbulkan kekacauan di masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap adanya anomali distribusi beras di PIBC. Pada 28 Mei 2025, tercatat 11.410 ton beras keluar dalam satu hari, jauh di atas angka rata-rata harian sebesar 2.000–3.000 ton. Mentan menyebut angka tersebut tidak masuk akal dan meminta Satgas Pangan Mabes Polri menyelidiki kejadian ini karena dianggap sebagai bentuk sabotase terhadap ketahanan pangan nasional.

“Kalau ada pihak yang memainkan data stok atau distribusi, itu sabotase. Ini harus diluruskan. Jangan seenaknya mainkan data untuk kepentingan pribadi,” tegas Mentan Amran dalam konferensi pers (3/6/2025).

Kepala Satgas Pangan, Helfi Assegaf, menyatakan bahwa penyelidikan tengah dilakukan. Hingga saat ini, pihak terkait belum bisa menjelaskan dengan jelas ke mana perginya beras tersebut, dan apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian data, maka hal itu akan dikategorikan sebagai manipulasi data distribusi pangan.

Gerak 08 menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah dan aparat dalam mendukung langkah-langkah strategis yang bertujuan melindungi petani, menjaga stabilitas harga, serta menjamin ketersediaan pangan yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pajak Marketplace Mulai November, Komisi XI Tagih Kepastian Aturan dari Kemenkeu
Puluhan Warga Mengaku Kecewa, Janji Pembayaran Dana Investasi Toko Emas Milik Oknum Anggota DPRD Banten Tak Terealisasi
Beras di Meja Makan Rakyat: BULOG Lebak-Pandeglang Hadirkan Harga yang Tak Membebani ​
Gubernur BI Mundur, Komisi XI Minta Pengganti Definitif Jaga Independensi Bank Sentral
Rupiah dan IHSG Melorot, Pemerintah Mesti Kembalikan Kepercayaan Pasa
Libur Panjang: Penumpang Whoosh Ramai, Manfaatkan KA Feeder Gratis
Peti Kemas Terkunci, Napas Industri Domestik Tercekik
SMAN 1 PANDEGLANG IKUT SERTA DALAM KEGIATAN AOPGI(Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia)
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai November, Komisi XI Tagih Kepastian Aturan dari Kemenkeu

Selasa, 8 September 2026 - 04:05 WIB

Puluhan Warga Mengaku Kecewa, Janji Pembayaran Dana Investasi Toko Emas Milik Oknum Anggota DPRD Banten Tak Terealisasi

Sabtu, 5 September 2026 - 19:48 WIB

Beras di Meja Makan Rakyat: BULOG Lebak-Pandeglang Hadirkan Harga yang Tak Membebani ​

Senin, 27 Juli 2026 - 18:01 WIB

Gubernur BI Mundur, Komisi XI Minta Pengganti Definitif Jaga Independensi Bank Sentral

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:40 WIB

Rupiah dan IHSG Melorot, Pemerintah Mesti Kembalikan Kepercayaan Pasa

Berita Terbaru