Kasus Migas Bekasi Naik Penyidikan, Kerugian Negara Capai Rp278 Miliar

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Kejari Kota Bekasi, Minggu (3/5/2026)

i

Keterangan foto : Kejari Kota Bekasi, Minggu (3/5/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Bekasi – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi resmi menaikkan status penanganan kasus dugaan korupsi di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Minyak dan Gas (Perseroda) atau Migas ke tahap penyidikan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bekasi, Ryan Anugerah, membenarkan bahwa tim penyidik saat ini tengah melakukan pemeriksaan intensif terkait tata kelola perusahaan yang dulunya bernama PD Migas tersebut.

“Saat ini kami intens melaksanakan pemeriksaan berkaitan dengan tata kelola PT Minyak dan Gas (Perseroda) Kota Bekasi. Statusnya sudah masuk ranah penyidikan,” ungkap Ryan, pekan kemarin.

Jejak Kerugian Rp278 Miliar Rentang Waktu 15 Tahun

Objek pemeriksaan dalam kasus ini mencakup rentang waktu yang cukup panjang, mulai dari tahun 2009 hingga 2024.

Kasus ini bermula dari dugaan ketidakwajaran dalam Kerja Sama Operasi (KSO) antara PD Migas dengan PT Foster Oil Energi yang berjalan sejak 2009. Berdasarkan hasil audit investigatif BPKP pada tahun 2020, ditemukan indikasi penyimpangan tata kelola dan pelanggaran prosedur yang berpotensi merugikan keuangan negara hingga mencapai angka fantastis, yaitu Rp 278 miliar.

Diketahui, sebelumnya mantan Wali Kota Bekasi dan mantan Direktur Utama PD Migas juga telah menjalani pemeriksaan intensif pada Kamis (23/4) lalu.

Janji Transparansi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Hingga saat ini, pihak kejaksaan belum merinci secara detail nama-nama pihak yang telah diperiksa sebagai saksi. Namun, Ryan memastikan publik akan diberikan informasi terkini seiring berjalannya proses hukum.

“Pasti kita update nanti mengenai saksi-saksi dan tindakan-tindakan lainnya,” tegasnya.

Ia pun mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menghormati proses hukum yang berjalan dan tidak melakukan spekulasi berlebihan yang justru dapat menimbulkan kegaduhan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

CBA Desak Kejati DKI Tetapkan Tersangka, Kasus PLN Suralaya Rp219 Miliar
Pilih Demo di DPR Daripada ke Monas, Sunarno: KASBI Dapat Intimidasi dan Doxing
Di Tengah Demo Mahasiswa, Kasat Reskrim: Pendidikan Harus Jaga Integritas
Bukti Negara TNI Hadir, Jembatan Perintis Garuda Manjakan Warga Pedesaan
Kejanggalan Proyek DLH Provinsi DKI, CBA Desak Kejati Selidiki Administrasi Lelang
Anjay, Gak Cuma Omong Doang dan Pencintraan, Dewan Erik Heriana Turun Bantu Warga
Sari Yuliati Serahkan PIP di Mataram: Semua Anak Berhak Masa Depan Cerah
Semangat Siliwangi: Alat Berat dan Personel Turun Tangan di Pandeglang
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:09 WIB

CBA Desak Kejati DKI Tetapkan Tersangka, Kasus PLN Suralaya Rp219 Miliar

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Kasus Migas Bekasi Naik Penyidikan, Kerugian Negara Capai Rp278 Miliar

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:49 WIB

Di Tengah Demo Mahasiswa, Kasat Reskrim: Pendidikan Harus Jaga Integritas

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:14 WIB

Bukti Negara TNI Hadir, Jembatan Perintis Garuda Manjakan Warga Pedesaan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:07 WIB

Kejanggalan Proyek DLH Provinsi DKI, CBA Desak Kejati Selidiki Administrasi Lelang

Berita Terbaru

Keterangan foto : Gedung Kejati DKI Jakarta, Sabtu (2/5/2026)

Hukum dan Kriminal

CBA Desak Kejati DKI Tetapkan Tersangka, Kasus PLN Suralaya Rp219 Miliar

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:09 WIB

Keterangan foto : Kejari Kota Bekasi, Minggu (3/5/2026)

Hukum dan Kriminal

Kasus Migas Bekasi Naik Penyidikan, Kerugian Negara Capai Rp278 Miliar

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB